Cari Tahu Seluk-beluk Alat Pemadam Api di Sini!

Alat pemadam api atau fire extinguisher, merupakan sebuah alat proteksi kebakaran aktif. Di dalam PerMen 08-1980 di jelaskan, bahwa alat pemadam api ringan adalah alat yang ringan serta mudah dilayani oleh satu orang untuk memadamkan api pada menit-menit awal terjadi kebakaran.

Alat pemadam api umumnya tidak direkomendasikan untuk kebakaran yang sudah membesar dan tidak terkontrol. Seperti misalnya, jika kebakaran sudah mencapai langi-langit bangunan. Atau jika skala dan ruang lingkup api sudah membesar.

Alat pemadam api terdiri dari sebuah tabung bertekanan yang berisi media pemadam atau extinguisher agent seperti dry chemical powder, CO2, foam (mirip busa sabun), gas liquid atau gas pengganti halon (non CFC) dan water mist.

Untuk klasifikasi jenisnya, alat pemadam api bisa dibagi menjadi alat pemadam portable atau alat pemadam api ringan (APAR) dengan berat tidak lebih dari 12kg karena penggunaan diangkat dengan tangan. Kemudian alat pemadam api troli (Trolley) dengan berat kurang lebih 20 kg. Mobilisasinya menggunakan roda untuk dapat mencapai akses ke titik api.

Jenis-jenis Media Alat Pemadam Api

PerMen Nomer 04-1980 pada pasal 2 dijelaskan, media alat pemadam api antara lain adalah jenis cair (liquid) seperti water mist. Lalu, untuk jenis busa (foam) ada Foam AFFF dan Foam AB. Jenis bubuk kering (dry powder) yaitu bahan kombinasi dari fosfat mono-amonium serta amonium sulfat.

Ada juga jenis gas seperti gas liquid hydrocarbon berhalogen, gas pengganti halon dan karbon dioksida (CO2). Alat pemadam api jenis gas adalah senyawa yang terdiri dari 2 atom oksigen dan 1 atom karbon berbentuk gas yang tidak merusak saat digunakan, lebih efektif dan bersih.

Alat Pemadam Api Berikut Ini Jenis-jenisnya

Media tersebut sangat cocok digunakan di tempat – tempat seperti perkantoran, sekolah, rumah sakit, lab dan lebih spesifik untuk kebakaran dengan klasifikasi kelas C yang di sebabkan oleh arus listrik. Sifat karbon dioksida sebagai media pemadam dapat menyerap panas sekaligus mengdinginkan suhu udara di area kebakaran.

Cara Penempatan Alat Pemadam Api yang Baik dan Benar

Setiap alat pemadam api harus ditempatkan pada area yang mudah dijangkau dan tidak pada posisi yang dapat merusak tabung dan media yang ada di dalamnya. Menurut PerMen Nomer 04-1980, setiap alat pemadam api harus ditempatkan pada posisi yang mudah dilihat, dicapai dan diambil serta dilengkapi dengan tanda APAR.

Alat Pemadam Api dan Cara Penempatan yang Baik dan Benar

Pemasangan dan penempatan alat pemadam api ringan harus sesuai dengan jenis dan penggolongan kebakaran. Setiap alat pemadam api ringan harus dipasang menggantung pada dinding dengan penguatan sengkang atau dengan konstruksi penguat lainnya dengan jarak 125 cm dari lantai. Bisa juga dilengkapi peti (box) yang tidak dikunci.

Pemeriksaan Alat Pemadam Api

Pemeriksaan alat pemadam api dapat dilakukan 6 bulan sekali atau 12 bulan sekali tergantung media (agent extinguisher) yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tekanan di dalam tabung, media dan komponen-komponen APAR.

Alat Pemadam Api Begini Cara Menginspeksinya

Jika ditemukan alat pemadam yang korosif saat pemeriksaan, maka harus segera dilakukan penggantian. Jika terdapat penurunan tekanan harus segera di isi ulang (refill).

Selain itu, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui apakah ujung nozzle tersumbat atau tidak. Untuk APAR CO2, pemeriksaan dapat dilakukan dengan menimbang tabung pemadam. Apabila terdapat kekurangan berat sebesar 10%, maka harus diisi kembali sesuai dengan berat yang ditentukan.

Mengenal Cara Kerja Alat Pemadam Api

Menggunakan alat ini harus memahami cara kerja masing-masing APAR. Jenis tabung ada 2 yaitu tabung jenis stored pressure yang ditandai dengan adanya penunjuk tekanan (presure gauge). Di mana media pemadam dan media penekan (nitrogen) bercampur di dalam tabung.

Sedangkan cartridge pressure ditandai dengan tidak adanya pressure gauge. Karena media pemadam dan gas penekan ada di tabung terpisah. Hal ini tentu membedakan cara penggunaan tabung pemadam jenis cartridge dan stored pressure.

Alat Pemadam Api dan Sistem Tekanannya

Selain memahami sistem tekanan APAR, penting juga untuk memahami tentang media pemadam yang digunakan dan peruntukkannya. Media powder (serbuk kering) digunakan untuk klasifikasi kebakaran jenis A, B dan C. Yaitu kebakaran yang ditimbulkan oleh benda padat mudah terbakar, benda cair mudah terbakar dan listrik.

Sedang media foam cocok digunakan untuk memadamkan kebakaran yang diakibatkan oleh benda cair mudah terbakar. Dengan bahan sintetic Foam AFFF (aqueous film forming foam), APAR foam bertujuan untuk melakukan pendinginan dan penyelimutan api, agar kandungan oksigen menjadi berkurang dari 16%.

Hampir 90% media foam terdiri dari air, jadi tidak direkomendasikan untuk kebakaran yang ditimbulkan oleh kebakaran kelas C (elektrikal). Maka, untuk kebakaran elektrikal disarankan menggunakan clean agent extinguisher, seperti gas liquid pengganti halon dan CO2.

Media tersebut sangat efektif untuk klasifikasi kebakaran A, B, C dan D. Media tersebut dapat mengurai unsur kimia api dengan sifatnya yang non-konduktor. Selain itu media tersebut juga tidak mengotori lingkungan, tidak merusak peralatan, tidak menimbulkan korosif dan tidak membahayakan pengguna.

Ada tambahan yang perlu diperhatikan saat menggunakan alat pemadam api pengganti halon dan CO2. Jika pengaplikasian ada di dalam ruangan tertutup, pengguna APAR harus memakai alat bantu pernafasan (oksigen/SCBA).

Cara Menggunakan Alat Pemadam Api dengan Baik dan Benar

Cara menggunakan alat pemadam api ringan sangat mudah, semua orang bisa melakukan dengan mengikuti prosedur-prosedur yang berlaku. Pada label alat pemadam api, biasanya terdapat stiker yang menjelaskan cara penggunaannya.

Yaitu dengan cara tarik pengaman yang berbentuk seperti paku pengait, pegang nozzle (ujung selang) dan arahkan ke titik api. Jarak yang bisa dihasilkan tekanan dari masing-masing APAR bervariasi, normalnya sekitar 2-3 meter. Sehingga tidak perlu terlalu dekat dengan pusat api. Lalu, tekan tuas yang ada diatas, seketika akan keluar media yang bisa digunakan untuk memadamkan api.

Saran saat penggunaan APAR, jangan melawan arah angin karena bisa terjadi pembalikan arah dari media pemadam, yang akibatnya alat tidak berfungsi secara optimal. Sebaiknya menyesuaikan angin yang ada di tempat tersebut dengan melihat dari kobaran api yang menyala.

Nah, itulah detail seluk beluk alat pemadam kebakaran, semoga dapat membantu Anda memahaminya lebih lanjut.

Alat Pemadam Api dan Cara Menggunakannya

Recommended Posts

Leave a Comment