Menghitung Diameter Pipa Utama pada jaringan Fire hydrant

Menghitung Diameter Pipa Utama pada jaringan Fire hydrant

Menghitung Diameter Pipa Utama pada jaringan Fire hydrantSalah satu fungsi dalam Menghitung Diameter Pipa Utama pada jaringan Fire hydrant adalah untuk mengetahui tekanan air yang dibutuhkan untuk dapat mengaliri seluruh jaringan pemipaan hydrant paling tidak selama 30 menit sebagai upaya pemadaman saat kebakaran terjadi di tempat yang diproteksi sebelum petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi. Air yang berada dalam reservoir akan dialirkan oleh pompa hydrant. Pompa hydrant sendiri terdiri dari pompa utama (electric pump), diesel pump, dan jockey pump. Fungsi elektrik pump adalah sebagai pompa utama yang menggunakan aliran listrik. Namun terkadang saat terjadi kebakaran, listrik di area tersebut akan padam. Sehingga memakai pompa diesel untuk menggantikan fungsi pompa elektrik mengalirkan air ke seluruh jaringan hydrant. Sementara pompa jockey adalah pompa yang memiliki fungsi untuk menstabilkan tekanan air. Karena setiap ada saluran keluaran yang dibuka tekanan dalam pipa selalu turun setiap waktu.

Menghitung Diameter Pipa Utama pada jaringan Fire hydrant gedung

Pada sistem hydrant gedung, perhitungan didasarkan pada:

[list type=”check”]

  • Flow pada titik standpipe paling jauh minimal adalah 500 gpm ( 1893 liter / menit ) sedangkan pada titik standpipe lain (tambahan) minimal paling tidak 250 gpm ( 946 liter / menit )
  • Jumlah total dari perhitungan hydrant gedung tidak boleh melebihi 1250 gpm (4731 liter / menit ) namun jika area yang diproteksi lebih dari 80.000 ft ( 7432 m2 ) maka standpipe kedua terjauh bisa didesain untuk 500 gpm
  • Flow minimum pada jaringan pipa hydrant adalah 400 liter / menit

[/list]

Menghitung Diameter Pipa Utama pada jaringan Fire hydrant

Perhitungan tersebut erat kaitannya dengan klasifikasi bahaya kebakaran yang terdiri dari beberapa kelompok yaitu:

Bahaya Kebakaran Ringan

Sebuah tempat dimana jika terjadi kebakaran, nilai kemudahan terbakar barang rendah. Sehingga tidak melepaskan panas terlalu tinggi, api menjalar dengan lambat, sehingga api mudah dipadamkan.

Bahaya Kebakaran sedang

Bahaya kebakaran sedang dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok I untuk klasifikasi barang sedang yang memiliki tinggi tidak lebih dari 2,5 meter. Kelompok II tidak lebih tinggi dari 4 meter. Dan kelompok III nilai kemudahan terbakar tinggi dan melepaskan panas tinggi sehingga menjalarnya cepat.

Bahaya Kebakaran berat

Merupakan puncak dari bahaya terbakar pada tempat  dimana terdapat barang –barang yang memiliki nilai kemudahan terbakar sangat tinggi dan perambatan api sangat cepat.

Leave a Comment