Hooseki Fixed Temperature Heat Detector HS WK100L

Hooseki Fixed Temperature Heat Detector HS WK100L

Hooseki Fixed Temperature Heat Detector HS WK100L

Modul fire alarm Hooseki Fixed Temperature Heat Detector HS WK100L produk asal taiwan ini menjadi produk terlaris karena kwalitas dan harganya yang ekonomis menjadi banyak pilihan engineer mekanikal dan eletrikal. modul Hooseki ini memilki spesifaksi sebagai berikut :

Merek: Hooseki
Jenis Produk: Hs-Wk100l

Alarm Rating: Dc30v 70Ma Max. Suhu Tetap: 60 ‘C, 70’ C, 80 ‘C Sensitivitas:. Ketika Terkena Dalam Aliran Udara 1M / Detik, 125% Lebih Tinggi Dari Suhu Operasi, Dan Pada 20’ C Dari Suhu Lingkungan, Detektor Akan Membunyikan Alarm Dalam Waktu 90 Detik. Dimensi:

Berat: 103 gr
Warna: Putih Gading
Hooseki Fixed Temperature Heat Detector HS WK100L, Incorportes Elemen Bimetal Disk Yang Self-Ulang Dengan Indikator Respon. Ini Akan Mengaktifkan Setiap Kali Suhu Udara Ambien Mencapai di atas Suhu Pengaturan Detektor.
Deskripsi umum fire alarm :
Alarm secara umum dapat didefinisikan sebagai bunyi peringatan atau pemberitahuan. Dalam istilah jaringan, alarm dapat juga didefinisikan sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika terjadi penurunan atau kegagalan dalam penyampaian sinyal komunikasi data ataupun ada peralatan yang mengalami kerusakan (penurunan kinerja). Pesan ini digunakan untuk memperingatkan operator atau administrator mengenai adanya masalah (bahaya) pada jaringan. Alarm memberikan tanda bahaya berupa sinyal, bunyi, ataupun sinar.Alarm kebakaranSistem pengindera api (bahasa inggris – fire alarm system) merupakan sebuah sistem terintegrasi yang didesain untuk mendeteksi adanya gejala kebakaran. Alarm tersebut memberikan peringatan dalam sistem evakuasi dan dilanjutkan dengan sistem instalasi pemadam kebakaran secara otomatis maupun manual (bahasa inggris – fire fighting system). Peralatan utama dalam pengendali sistem ini adalah Main Control Fire Alarm (MCFA) atau Fire Alarm Control Panel (FACP) yang menerima sinyal masuk (input) dari semua detektor serta komponen pendeteksi dan kemudian memberikan sinyal keluar (output) melalui komponen keluaran yang sudah ditetapkan