Hydrant Pillar Hooseki 2 Ways

Hydrant Pillar Hooseki 2 WaysHydrant Pillar mempunyai fungsi untuk menyuplai air bertekanan dari jaringan system hydrant. Letaknya diluar gedung dan diatur dengan jarak tertentu. Jika mengacu pada SNI (Standar Nasional Indonesia) dan NFPA (National Fire Protection Association) maka peletakan Hydrant Pillar ditentukan berdasar hal berikut:

 

  • Lokasi dan jumlah output hydrant (hydrant box dan hydrant pillar) diperlukan untuk menentukan kapasitas pompa sebagai media untuk menarik dan menyemprotkan air dari sumber penampungan (Reservoir).

 

  • Jarak penempatan Hydrant yang baik adalah 35-38 meter antara satu dengan yang lainnya. karena, selang fire hose mempunyai pada hydrant box panjangnya adalah 30 meter, sedangkan semprotan airnya bisa mencapai 5 meter dari fire hose nozzle.
  • Di bangunan atau gedung yang tingginya lebih dari 8 lantai juga harus disediakan hydrant untuk mencegah api menjalar ke gedung di sebelahnya.
  • Hydrant Pillar dan Hydrant Box diletakkan di tempat yang mudah dijangkau dan aman, biasanya diletakkan di dekat pintu darurat.

Ada 2 Jenis Hydrant Pillar merk Hooseki, yang pertama adalah Hooseki H-14AP Hydrant Pillar Two Ways, dan Hooseki H-13AP Hydrant Pillar One Ways perbedaan ini terdapat pada katup yang digunakan sebagai sambungan untuk fire hose. Untuk Hydrant Pillar Two Ways ada 2 katup yang bisa digunakan. Spesifikasi Hydrant Pillar Hooseki 2 Ways seperti berikut:
•    Dengan Katup Utama
•    Tanpa Bola Katup
•    Model: Coupling Van Der Hayden (Vdh)
•    Jenis: H-14 Ap Ukuran: 4 “X 2,5″ X 2,5 ”

Bahan pembuat hydrant pillar adalah Kuningan / Stainless Steel, sehingga akan lebih cocok untuk penggunaan jangka panjang misalnya untuk daerah di area pantai. Namun ada juga bahan lain yaitu besi. Secara fungsi sama, namun Hydrant Pillar besi lebih cocok untuk proyek dengan budget minim karena hydrant pillar yang dibuat menggunakan Stainless Steel lebih mahal harganya.