Standar Alat Pemadam Gedung

Standar Alat Pemadam Gedung

Standar Alat Pemadam Gedung
Gedung yang baik adalah gedung yang memiliki standar keamanan terhadap kemungkinan kebakaran yang akan terjadi. Pembangunan gedung dari waktu ke waktu semakin komplek jika dilihat dari segi intensitas, teknologi, dan kebutuhan sarana prasarananya. Maka dari itu, perancangan sistem keamanan terhadap kebakaran harus disesuaikan dengan desain gedung itu sendiri. Standar Alat Pemadam Gedung yang paling utama dalam instalasi sistem fire protection adalah untuk keselamatan dan keamanan penghuni gedung tersebut, juga sebagai antisipasi perlindungan terhadap aset yang ada. Standart alat pemadam gedung terdiri dari peralatan, kelengkapan dan sarana baik yang terpasang maupun terbangun pada bangunan yang digunakan baik untuk sistem proteksi aktif maupun pasif.

Standar Alat Pemadam Gedung untuk pencegahan kebakaran meluas

Sistem proteksi kebakaran pasif adalah sistem yang terbentuk dari gedung itu sendiri, seperti penggunaan bahan dan komponen struktur bangunan, pemisah bangunan berdasar ketahanan terhadap api dll. Sedangkan sistem proteksi aktif adalah sistem yang mencakup semua hal mulai dari fire alarm baik yg bekerja otomatis atau manual, sistem sprinkler, sistem hydrant, sampai dengan alat pemadam api ringan. Dalam pembuatan sistem Standar Alat Pemadam Gedung kontraktor harus memenuhi persyaratan teknis agar dapat mewujudkan kondisi aman baik saat perencanaan, pembangunan, dan pasca proyek tersebut selesai. standart ini bisa mengikuti NFPA (National Fire Protection Association) untuk projek berskala Internasional. atau SNI (Standar Nasional Indonesia)  untuk projek dalam negeri. Fungsi utama dari standar alat pemadam gedung adalah upaya mencegah terjadinya kebakaran, atau agar kebakaran tidak meluas ke ruangan lain bahkan gedung lainnya yang bersebelahan.

Peraturan mengenai Standar Alat Pemadam Gedung

Standar Alat Pemadam Gedung yang dipakai untuk membangun sistem alat pemadam gedung ini antara lain adalah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.26/PRT/M/2008 yang membahas mengenai persyaratan sistem pengamanan kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan. Peraturan Menteri ini mempunyai tujuan untuk terselenggaranya fungsi bangunan dan lingkungan yang aman bagi manusia, harta benda, khususnya dari bahaya kebakaran, sehingga tidak mengakibatkan terjadinya gangguan sosial. semua pihak khususnya investor (pemilik bangunan) dan kontraktor harus saling mengingatkan mengenai standart ini untuk kebaikan bersama agar alat pemadam gedung dapat bekerja secara optimal.

Ada detektor yang bekerja berdasar suhu panas, dan ada yang berdasarkan asap, bahkan kombinasi dari keduanya, ini merupakan sistem kebakaran otomatis. Sedangkan alat yang digunakan secara manual seperti instalasi fire hydrant, alat pemadam api ringan, dan fire alarm button. Setelah semua sistem siap, alangkah baiknya jika orang-orang yang tinggal dalam gedung tersebut mempunyai pengetahuan tentang cara penggunaan dan perawatan alat pemadam api gedung. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran orang yang tinggal di area tersebut bisa langsung mengantisipasi kebakaran yang terjadi. Selain itu orang-orang harus mengetahui jalur evakuasi yang harus dilewati agar bisa menyelamatkan diri saat terjadi musibah kebakaran. Ini adalah Standar alat pemadam gedung yang sangat penting bagi perlindungan penghuni.

Leave a Comment