Fire system media co2 terdiri dari tabung pemadam (fire extinguisher), pemipaan, nozzle dan sistem deteksi otomatis atau sistem pembukaan katub secara manual. Jika operator mengetahui titik api yang akan menyebabkan kebakaran sebelum terdeteksi oleh fire system ini, operator dapat langsung mengaktifkan sistem ini secara manual. Namun jika operator tidak mengetahui kalau ada kebakaran yang terjadi sistem ini akan mendeteksi secara otomatis (automatic).
Fire system media co2 ada dua jenis yaitu fire system tekanan tinggi (high pressure) dan fire system tekanan rendah (low pressure). Fire system ini dapat di jalankan secara automatis maupun manual yang diadopsi oleh perusahaan firetrace. Berikut penjelasan mengenai dua jenis fire system media co2 ini yaitu:
Sistem rilis direct memanfaatkan pipa deteksi terbaik sebagai perangkat deteksi kebakaran sekaligus sebagai sistem pengiriman media pemadam api. Selang tubing firetrace yang terdekat dengan titik terpanas akan pecah, kemudian nozzle akan bekerja dan menyesuaikian dan mengeluarkan agent/media bahan pemadam co2 dari tabung pemadam.
Dengan rilis sistem tidak langsung, dimana tubing fire system berfungsi sebagai perangkat deteksi. Media bahan pemadam dari tabung pemadam akan disalurkan melalui pipa tembaga atau pipa stainless steel. Setelah deteksi pecah, penekan akan bekerja memalui nozzle yang telah di tempatkan pada posisi strategis dalam ruangan yang telah diproteksi/dipasang dengan fire system ini.
Penerapan fire system media co2 direkomendasikan dipasang pada area yang memiliki resiko pemadam kebakaran sehingga meminimalisir resiko kebakaran. Penggunaan fire system harus dilakukan dengan cermat karena konsentrasi desian 34-75 volume, kondisi ini kurang aman bagi penghuni rungan. Ruang-ruang tersebut harus terlebih dahulu dikosongkan terhadap penghuni/orang sebelum fire system media co2 aktif atau di aktifkan. Hal ini perlu diingat untuk keselamatan karena media co2 yang sifatnya menghilangkan oksigen sampai beberapa persen, hal ini dapat menimbulkan sesak nafas dan pusing terhadap manusia/penghuni/orang karena kekurangan oksigen. Tenggang waktu fire system ini sebelum aktif/berjalan kurang lebih 30-60 detik.
Hi! Saya Bro Bagas, seorang Fire System Specialist di Bromindo. Saya selalu mengikuti pembaruan dan perkembangan terbaru tentang sistem proteksi kebakaran. Melalui tulisan di website ini, saya akan berbagi pengetahuian dan pengalaman untuk membantu orang-orang dalam menciptakan sistem proteksi kebakaran.
Tumpukan batu bara terlihat tenang, tetapi apakah kondisi di dalamnya juga aman? Panas dapat berkembang…
Programming fire alarm addressable menjadi tahap penting agar panel dapat mengenali setiap perangkat sesuai konfigurasi…
Di proyek PT Tambang Tondanu Nusajaya, Bromindo menangani instalasi pompa hydrant tambang emas untuk mendukung…
Fire hydrant pembangkit listrik perlu menjaga aliran air, tekanan, dan kesiapan pompa saat kebakaran mengancam…
Instalasi fire hydrant gedung menjadi salah satu sistem proteksi kebakaran yang berperan penting dalam melindungi…
Fire hydrant tambang perlu dirancang sesuai luas area, fungsi bangunan, serta pola aktivitas di lokasi…