Menjaga Penumpang Aman Dari Bahaya Kebakaran

Menjaga Penumpang Aman Dari Bahaya Kebakaran

menjaga penumpang aman dari bahaya kebakaran

Menjaga penumpang aman dari bahaya kebakaran merupakan sebuah tanggung jawab pengusaha transportasi. Anak-anak sekolah, penguna jasa transporatasi umum dan pengguna bis pariwisata pada umumnya mereka berharap dapat menggunakan jasa transportasi yang aman, dan para penumpang bergantung pada perusahaan transportasi yang bertanggung jawab menjaga penumpang aman dari bahaya kebakaran untuk menyediakan perlengkapan keselamatan yang tepat di dalam armadanya. Sering munculnya kasus kebakaran yang terjadi di dalam bis menjadi topik pembicaraan yang populer di masyarakat

Bagi pengusaha kendaraan, keselamatan kebakaran dapat menimbulkan tantangan yang unik dan spesifik. [quote align=”center” color=”#999999″]bus dan kendaraan besar memiliki sumber bahan bakar dan komponen yang mudah terbakar lainnya yang berada dalam jarak yang relatif dekat dengan pengapian kendaraan dan sumber panas, semuanya mengelilingi pengemudi kendaraan dan penumpang[/quote] . Kebakaran kendaraan dapat terjadi karena berbagai hal. Sebagai contoh, menurut penelitian kasus kebkaran yang terjadi disebabkan oleh pipa bahan bakar retak yang menimbulakn bocornya bahan bakar.

menjaga penumpang aman dari bahaya kebakaranUntuk menghindari kasus kebakaran tersebut Bromindo selaku perusahaan yang bergerak dalam bidang proteksi kebakaran menyarankan bagi para pengusaha yang bergerak dalam bidang transportasi memikirkan sistem kebakaran yang dapat melindungi pengemudi dan penumpang yang menggunakan jasa transportasi mereka

Bagi yang tidak akrab dengan solusi kebakaran, sistem kebakaran dirancang dan dipasang secara khusus menargetkan daerah di dalam bus atau kendaraan yang paling rentan terhadap api, misalnya dalam kompartemen mesin kendaraan. Sistem ini mendeteksi ketika kebakaran timbul, memberikan peringatan dini untuk memaksimalkan waktu para penumpang untuk mengevakuasi dari bus atau kendaraan.Pada saat yang sama, sistem secara otomatis diaktifkan untuk menekan kebakaran untuk membantu meminimalkan kerusakan pada kendaraan.

Elemen penting lainnya adalah mensyaratan untuk dilakukan pemeriksaan rutin, pengujian, pemeliharaan preventif dan prosedur survei untuk sistem pemadaman kebakaran kendaraan. Pemeriksaan rutin dan pengujian membantu untuk memastikan bahwa sistem berfungsi secara optimal dan bekerja sesuai dengan yang di harapkan.

Sistem kebakaran in idealnya mengunakan 2 sistem manual dan otomatis, pengemudi bis diharuskan dapat menjalankan sistem secara manual sehingga saat sistem otomatis belum bereaksi saat terlihat terjadi kebakaran pengemudi dapat dengan segera mengaktifkan melalui sistem manual, dan mereka juga diwajibkan memiliki kemampuan menggunakan alat pemadam api ringan yang sudah tersedia.

Untuk terciptanya keamanan dan kenyamanan berkendaraan kami menghimbau dinas terkait dapat mengkaji sistem kebakaran ini, agar perlindungan terhadap pengguna jasa transporatasi mendapatkan perlindungan secara maksimal.

 

Leave a Comment