Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran

Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran

Sebelum masuk pada penjelasan Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran, sebaiknya kita perhatikan terlebih dahulu mengenai jenis-jenis Keadaan Darurat yang ada. Keadaan darurat adalah kejadian / situasu / kondisi tidak normal yang terjadi secara tiba-tiba yang mengganggu aktifitas perorangan, kelompok, maupun lingkungan dan aktifitas tersebut harus ditanggulangi dengan segera. keadaan darurat ini dapat berubah menjadi bencana yang mengakibatkan banyak korban dan kerusakan material. Jenis Keadaan darurat Natural hazard (Bencana Alamiah) contohnya Banjir, Kekeringan, Angin topan, Badai, Gempa, Petir, Tsunami dan sebagainya. Sedangkan Technological Hazard (Kegagalan Teknis) contohnya adalah Pemadaman listrik, Bendungan bobol, Kebocoran nuklir, Peristiwa Kebakaran/ledakan, Kecelakaan kerja/lalulintas. sedangakan jenis keadaan darurat lain yang diakibatkan oleh hubungan sosial manusia seperti huru hara perang, kerusuhan, demo anarkis dan sebagainya. pada artikel ini akan dikhususkan membahas tentang Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran.

Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran saat Fire Alarm Menyala

Proses terjadinya api harus memenuhi 3 unsur utama, yakni bahan bakar, suhu panas, dan oksigen. jika ketiga unsur tersebut bertemu maka akan menimbulkan api. siklus api dalam waktu 3-10 menit akan mencapai titik 600-1000 derajat celcius. hal inilah yang akan mengaktifkan fire alarm secara otomatis pada bangunan. Jaringan Fire alarm akan menyala apabila ada input manual dari manusia melalui tombol push button, melalui detektor panas atau asap yang terpasang, atau ada aktivasi dari control room. pada tahap ini, perlu ada konfirmasi terlebih dahulu dari petugas yang terdekat yang berada pada sumber bunyi alarm. bisa jadi, false alarm yang berbunyi. hal ini bisa karena human error, atau kesalahan teknis pada jaringan instalasinya. jika memang terjadi kebakaran, maka Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran harus segera dilakukan. saat pertama kali mendengar alarm berbunyi, maka yang dilakukan pertama kali adalah memperingatkan orang-orang disekitar agar waspada. matikan semua peralatan elektronik yang tersambung ke listrik, mengunci semua lemari dokumen, Pindahkan benda-benda yang mudah terbakar ke titik yang sekiranya aman, Selamatkan dokumen penting, lalu Bersiaga dan bersiap menunggu instruksi / pengumuman dari Fire Commander maupun Safety Representative.

Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran

Perhatikan langkah-langkah Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran yang akan diarahkan oleh safety department seperti berikut ini:

  • Tetap tenang dan jangan panik
  • Segera menuju tangga darurat yang terdekat dengan berjalan biasa dengan cepat namun tidak berlari
  • Lepaskan sepatu hak tinggi karena menyulitkan dalam langkah kaki
  • Janganlah membawa barang yang lebih besar dari tas kantor/tas tangan
  • Beritahu orang lain / tamu yang masih berada didalam ruangan lain untuk segera melakukan evakuasi
  • Bila pandangan tertutup asap, berjalanlah dengan merayap pada tembok atau pegangan pada tangga, atur pernafasan pendek-pendek
  • jangan berbalik arah karena akan bertabrakan dengan orang-orang dibelakang anda dan menghambat evakuasi
  • Segeralah menuju titik kumpul yang ada di tempat tersebut untuk menunggu instruksi berikutnya

Kita tidak pernah menginginkan musibah kebakaran terjadi, namun paling tidak jika kita memahami Prosedur Evakuasi Keadaan Darurat Kebakaran maka kita akan bisa mengambil langkah-langkah dan keputusan yang tepat sesuai prosedur jika suatu saat terjadi kebakaran di lingkungan yang kita tinggali.

Leave a Comment