Hydrant Adalah Sistem Pemadam Kebakaran Canggih dan Efektif

Hydrant adalah salah satu dari beberapa jenis sistem pemadam kebakaran gedung yang efektif dan efisien. Sistem hydrant umumnya bisa kita jumpai di berbagai gedung, seperti perkantoran, sekolah, mall, pabrik, dll.

Keberadaan sistem hydrant sangat penting karena sebagai pemasok air ketika terjadi kebakaran. Sistem ini memungkinkan petugas bisa mendapatkan pasokan air dengan cepat saat situasi darurat.

Hydrant adalah Sistem Proteksi Kebakaran Skala Besar, Apa Sih Fungsinya?

cara kerja electric pump untuk distribusi air hydrant

Fire hydrant adalah perangkat penting dalam sistem pemadam kebakaran yang digunakan untuk menyediakan pasokan air kepada pemadam kebakaran ketika terjadi situasi darurat kebakaran.

Jenis sistem pemadam kebakaran ini berfungsi sebagai sumber air yang mudah diakses oleh petugas pemadam kebakaran. Saat kebakaran, regu Damkar atau regu keamanan gedung bisa menggunakan hydrant untuk mendapatkan pasokan air yang cukup.

Dengan adanya fire hydrant, ini akan memungkinkan regu pemadam kebakaran untuk segera merespon kebakaran dan memulai upaya pemadaman. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pasokan air pun jadi lebih singkat.

Keberadaan fire hydrant di gedung atau bangunan akan memastikan bahwa pasokan air yang cukup tersedia saat situasi darurat. Hal ini sangat penting, sebab kebakaran bisa terjadi kapan saja, sehingga akses yang cepat ke air sangat diperlukan.

Tentu saja, fire hydrant akan membantu melindungi properti, bangunan, dan nyawa manusia yang ada di dalam gedung tersebut. Dengan akses air yang mudah, pemadaman kebakaran bisa dilakukan secepatnya, sehingga api tidak menyebar.

Fire hydrant menggunakan media air bertekanan untuk memadamkan api. Sistem fire hydrant ini merupakan proteksi untuk kebakaran skala besar. Biasanya, hydrant terinstalasi di gedung-gedung, mall, dan bangunan lainnya.

Komponen Utama Hydrant Pada Sistem Pemadaman Kebakaran

Fire hydrant adalah sistem pemadam yang memiliki ragam komponen yang tidak sedikit. Keseluruhan komponen berperan penting dalam bekerjanya sistem fire hydrant. Adapun ragam komponen hydrant adalah sebagai berikut:

1. Rumah Pompa

Rumah pompa atau pump room adalah tempat dimana komponen hydrant berada. Seperti hydrant pump, panel control, header, suction, pressure tank, dan aksesoris hydrant lainnya.

2. Ground Tank

Reservoir atau ground tank merupakan tandon air tempat penampungan pasokan media air untuk hydrant. Tandon ini didesain untuk mampu memasok air untuk pemadaman api selama 30 menit.

3. Pompa Hydrant

hydrant adalah sistem proteksi kebakaran gedung bertingkat standar nfpa

Pompa hydrant adalah pompa yang mendistribusikan media air hydrant menuju jaringan. Terdapat tiga pompa dalam hydrant, yakni electric, diesel, dan jockey pump.

Baca juga: Jenis Pompa Pemadam Kebakaran, Fungsi, dan Cara Kerjanya

4. Sistem Pipa Hydrant

Sistem pipa hydrant terdiri dari beberapa komponen pipa dengan diameter yang berbeda-beda. Pipa tersebut mendistribusikan air bertekanan ke komponen output, seperti hydrant pillar dan fire sprinkler untuk memadamkan api.

5. Panel Control

Panel control merupakan alat pengatur dan pengendali sistem kerja pompa hydrant agar dapat bekerja sesuai fungsinya. Komponen ini mengatur dan menetapkan tekanan pada pompa hydrant yang didapat dari pressure switch.

6. Pressure Tank

Pressure tank merupakan komponen yang bertugas menjaga tekanan pompa hydrant agar selalu stabil dan membuang udara yang terjebak dalam instalasi.

Aksesoris Pendukung Fire Hydrant dan Fungsinya

Aksesoris Hydrant

Aksesoris pendukung fire hydrant adalah peralatan digunakan untuk meningkatkan fungsionalitas dan efektivitas hydrant dalam sistem pemadam kebakaran. Beberapa fire hydrant equipment dan fungsinya adalah sebagai berikut:

  • Kunci Hydrant: digunakan untuk membuka dan menutup katup hydrant. Ini adalah alat penting yang harus dimiliki oleh petugas pemadam untuk mengakses hydrant dengan cepat.
  • Selang Pemadam Kebakaran: berfungsi untuk menghubungkan hydrant ke alat pemadaman kebakaran seperti nozzle atau sprinkler.
  • Nozzle: Alat yang terpasang di ujung selang pemadam kebakaran untuk mengarahkan aliran air dengan presisi ke arah yang diinginkan. Nozzle memiliki fungsi yang dapat diatur untuk mengubah pola aliran air sesuai dengan kebutuhan.
  • Penyambung Selang: Alat ini digunakan untuk menghubungkan selang pemadam kebakaran yang berbeda atau memperpanjang selang jika diperlukan. Sehingga petugas pemadam kebakaran untuk mencapai area kebakaran yang lebih luas.
  • Box Hydrant: Kotak pelindung yang melindungi aksesoris hydrant dari kerusakan fisik dan cuaca ekstrem. Alat ini juga membantu menjaga agar aksesoris hydrant tetap mudah diakses.
  • Marker/Tanda Hydrant: Tanda atau marker hydrant biasanya berwarna merah dan dilengkapi dengan tanda-tanda atau angka yang mengidentifikasi lokasi hydrant. Ini membantu petugas pemadam kebakaran menemukan hydrant dengan cepat.
  • Hose Rack atau Reel: Alat yang digunakan untuk menyimpan selang pemadam kebakaran dengan rapi dan mudah dijangkau. Ini membantu menghemat waktu ketika selang harus segera digunakan.

Semua aksesoris hydrant tersebut sangat penting dalam menjaga kinerja hydrant yang optimal dan memastikan bahwa pasokan air yang cukup tersedia dalam situasi kebakaran.

Bagaimana Cara Kerja Fire Hydrant dalam Memadamkan Kebakaran?

Cara kerja fire hydrant yang efektif sangat penting dalam upaya pemadaman. Petugas pemadam yang terlatih harus memiliki keterampilan untuk mengoperasikan hydrant. Dengan begitu, pasokan air dapat diberikan untuk memadamkan kebakaran secara efektif.

1. Cari Lokasi Fire Hydrant

hydrant adalah penyedia pasokan air untuk kebakaran

Petugas pemadam kebakaran harus tahu di mana lokasi fire hydrant. Biasanya, hydrant berwarna mencolok seperti merah, sehingga mudah dilihat oleh petugas pemadam. Untuk area luar ruangan, hydrant pillar biasanya berdekatan dengan hydrant box.

2. Buka Hydrant Box

Penempatan hydrant pillar biasanya berdekatan dengan hydrant box. Buka hydrant box tersebut untuk mengambil peralatan pemadam kebakaran yang dibutuhkan, seperti selang dan nozzle hydrant. Pastikan kondisi peralatan tersebut baik agar berfungsi optimal.

3. Hubungkan Selang Pemadam Kebakaran

Langkah menggunakan hydrant adalah akan menghubungkan selang pemadam kebakaran ke hydrant. Selang ini dirancang khusus untuk menangani tekanan air tinggi yang dibutuhkan dalam pemadaman kebakaran.

4. Buka Katup Hydrant

Petugas pemadam kebakaran harus membuka katup hydrant dengan hati-hati. Ini akan memungkinkan air mengalir dari sistem distribusi pasokan air ke selang pemadam kebakaran.

5. Nyalakan Alat Pemadaman Kebakaran

Setelah hydrant terhubung dengan selang, petugas pemadam kebakaran akan menyalakan alat pemadaman kebakaran seperti nozzle atau aliran air kecil untuk mengarahkan aliran air ke area yang terbakar.

5. Padamkan Titik Api

Air yang mengalir melalui selang dan nozzle akan digunakan untuk memadamkan api. Petugas pemadam kebakaran akan berkolaborasi dalam mengarahkan aliran air ke sumber api dan menjaga agar tekanan air tetap stabil.

6. Penutupan Pasokan Air

Setelah api dan kebakaran berhasil dipadamkan, petugas akan mematikan aliran air dari hydrant dengan memutar katup hydrant dalam posisi tertutup. Dengan begitu, maka pasokan air akan berhenti mengalir.

7. Pemeliharaan dan Penggantian

hydrant adalah sistem proteksi kebakaran canggih

Fire hydrant harus menjalani pemeliharaan rutin untuk memastikan kinerjanya tetap optimal. Jadi, lakukan pemeriksaan hydrant setelah digunakan. Jika hydrant mengalami kerusakan atau kebocoran, harus segera diganti atau diperbaiki.

Jika Anda menginkan komponen atau instalasi hydrant, silahkan hubungi kami. Bromindo merupakan kontraktor dan distributor fire hydrant terpercaya di Indonesia.

Recommended Posts

Leave a Comment

0