Cara Manajemen Risiko Kebakaran Data Center Standar NFPA 75

Kebakaran di data center dapat menyebabkan kerugian finansial dan gangguan operasional yang berkepanjangan. Oleh karena itu, manajemen risiko kebakaran data center harus sesuai standar untuk meminimalisir kerugian yang mungkin terjadi.

Lalu, bagaimana strategi agar ruang data center yang sangat penting ini lebih aman dari bahaya kebakaran? Artikel ini akan membahas pentingnya manajemen risiko kebakaran di data center sesuai standar NFPA dan rekomendasi sistem proteksi kebakaran terbaik.

Pentingnya Manajemen Risiko Kebakaran Data Center Sesuai Standar NFPA 75

manajemen risiko kebakaran data center yang tepat standar nfpa

Data center merupakan inti dari infrastruktur TI perusahaan, menyimpan data penting dan mendukung operasi bisnis yang kritis. Risiko kebakaran di data center bisa menimbulkan kerugian besar karena kerusakan fisik dan kehilangan data yang tidak tergantikan.

Untuk itu, mengimplementasikan manajemen risiko kebakaran data center sesuai standar sangatlah penting. Nah, salah satu standar tersebut adalah NFPA 75: Standard for the Fire Protection of Information Technology Equipment.

Standar NFPA 75 menyediakan kerangka kerja untuk melindungi peralatan teknologi informasi yang sangat berharga dari bahaya kebakaran. Kegagalan melindungi aset ini dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan dan menghambat kegiatan bisnis.

Standar NFPA 75 juga menawarkan panduan komprehensif tentang cara mengurangi risiko kebakaran di data center. Ini termasuk rekomendasi desain bangunan, sistem pencegahan kebakaran, dan strategi pengelolaan peralatan yang dapat mengurangi risiko kebakaran.

manajemen risiko kebakaran data center standar nfpa 75

Data center yang mematuhi NFPA 75 dapat menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan dan keamanan kepada pelanggan dan pemangku kepentingan. Ini memperkuat reputasi bisnis sebagai entitas yang bertanggung jawab.

Manajemen risiko kebakaran data center sesuai standar NFPA 75 adalah investasi yang berharga. Dengan risiko yang terus meningkat, mengadopsi NFPA 75 bukanlah pilihan tetapi keharusan untuk menjamin keamanan dan keberlanjutan jangka panjang.

Regulasi Manajemen Risiko Kebakaran Data Center yang Harus Dipatuhi

Dalam menjaga keamanan data center, pemenuhan terhadap standar yang ditetapkan oleh NFPA 75 sangat vital. Berikut ini adalah berbagai regulasi dalam manajemen risiko kebakaran yang harus dipatuhi oleh data center sesuai dengan standar NFPA 75:

1. Desain dan Konstruksi Bangunan

Standar NFPA 75 mensyaratkan bahwa desain dan konstruksi bangunan harus memperhitungkan risiko kebakaran. Hal ini termasuk penggunaan material tahan api, penataan ruang yang mudah diakses, dan sistem partisi yang efektif.

Semua material yang digunakan harus memiliki rating tahan api yang memadai sesuai kebutuhan peraturan lokal. Perlu ada jalur evakuasi yang jelas dan mudah diakses, serta penggunaan barrier atau pemisah antar zona untuk mengendalikan penyebaran api.

2. Sistem Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran

manajemen risiko kebakaran data center dengan fire suppression system standar NFPA

Inti dari standar NFPA 75 adalah pemasangan sistem deteksi kebakaran dan pemadam kebakaran otomatis yang efektif. Sistem ini harus dapat mendeteksi tanda-tanda awal kebakaran dan bereaksi cepat untuk meminimalisir kerusakan.

  • Sistem Sprinkler Otomatis: Harus dirancang khusus untuk melindungi peralatan elektronik sensitif dan dipasang di semua area kritis.
  • Alat Pemadam Api Portable: APAR harus tersedia dan mudah diakses di berbagai lokasi strategis untuk pemadaman api pada tahap awal.
  • Sistem Deteksi Dini: Sensor asap dan panas harus dipasang untuk mendeteksi tanda-tanda awal terjadinya kebakaran.

3. Pelatihan dan Kesadaran Kebakaran

NFPA 75 juga menekankan pentingnya pelatihan kebakaran bagi semua staf yang bekerja di data center. Pelatihan ini harus mencakup prosedur operasi standar dalam keadaan darurat dan penggunaan peralatan pemadam kebakaran.

Sesi pelatihan berkala harus dilakukan untuk memastikan semua karyawan memahami prosedur keselamatan. Selain itu, simulasi kebakaran juga perlu diadakan secara rutin untuk menguji efektivitas rencana evakuasi dan respons darurat di data center.

4. Operasional dan Pemeliharaan

manajemen risiko kebakaran data center dengan inspeksi rutin teknisi profesional

Pemeliharaan rutin terhadap sistem proteksi kebakaran adalah mandat NFPA 75. Regulasi ini menuntut pemeriksaan berkala untuk memastikan semua sistem keamanan kebakaran berfungsi dengan baik dan tidak ada potensi risiko yang tidak terdeteksi.

Semua sistem kebakaran yang ada di data center harus diinspeksi secara berkala oleh profesional yang berkualifikasi. Perlu ada catatan pemeliharaan yang diperbarui secara teratur yang mencatat semua pemeriksaan, tes, dan perbaikan yang dilakukan.

5. Manajemen Respon Darurat

NFPA 75 mengharuskan setiap data center memiliki rencana respon darurat yang terperinci. Hal ini termasuk prosedur evakuasi dan harus ada jalur komunikasi yang jelas dengan pihak berwenang lokal untuk respons cepat dalam kasus kebakaran.

Bagaimana Cara Kerja Fire Suppression System dalam Melindungi Data Center?

Salah satu strategi manajemen risiko kebakaran data center terbaik adalah melalui penerapan fire suppression system yang canggih. Fire suppression system adalah teknologi untuk mendeteksi dan memadamkan kebakaran sebelum api berkembang luas.

Sistem ini dilengkapi dengan detektor asap dan panas yang sangat sensitif dalam mendeteksi tanda-tanda awal kebakaran. Sistem ini dirancang untuk bereaksi dalam hitungan detik, sehingga mampu memadamkan api sebelum dapat menyebar luas.

Berbeda dengan fire sprinkler system yang menggunakan air, fire suppression system untuk data center menggunakan media gas yang tidak merusak perangkat elektronik. Ini penting karena air dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada peralatan sensitif di data center.

manajemen risiko kebakaran data center dengan fire system sertifikasi FM global

Cara kerja fire suppression system dalam melindungi data center yaitu:

  • Deteksi: Sensor dalam sistem terus memantau lingkungan untuk tanda-tanda asap atau peningkatan suhu yang tajam. Sensor ini dirancang untuk bereaksi hanya terhadap tanda-tanda kebakaran yang nyata, mengurangi kemungkinan alarm palsu.
  • Notifikasi: Setelah kebakaran terdeteksi, sistem akan memberi alarm untuk memberitahu staf di lokasi. Sistem ini juga dapat dikonfigurasi untuk memberi tahu departemen pemadam kebakaran secara otomatis.
  • Pemadaman: Sistem kemudian akan mengaktifkan mekanisme pemadam. Jika menggunakan gas, seperti FM200 atau Novec 1230, sistem akan mengeluarkan gas ke ruangan yang terkontaminasi. Gas ini mengurangi oksigen dalam ruangan ke level yang dapat memadamkan api tetapi masih aman bagi manusia.

Setelah api dipadamkan, sistem ventilasi dapat diaktifkan untuk mengeluarkan asap dan produk sampingan pembakaran lainnya dari ruangan data center. Hal ini akan memastikan keamanan bagi staf atau petugas untuk memasuki ruangan setelah insiden.

Fire suppression system adalah pilihan strategis untuk melindungi data center dari risiko kebakaran. Dengan kemampuan deteksi dini, respon cepat, dan minimnya kerusakan pada peralatan, sistem ini menyediakan solusi keamanan yang efektif dan efisien.

Manajemen Risiko Kebakaran Data Center Lebih Optimal dengan Fire Suppression Sertifikat FM Global

Dalam mengelola risiko kebakaran pada data center, memilih fire suppression system yang tepat adalah krusial. GuardALL Gas Suppression System (GFTO) menawarkan solusi canggih yang menjamin perlindungan 24 jam tanpa henti terhadap bahaya kebakaran.

FM Global adalah otoritas terkemuka dalam pengujian dan sertifikasi sistem keamanan kebakaran. Sertifikasi FM Global menunjukkan bahwa produk telah memenuhi atau melampaui standar internasional yang ketat dalam hal efektivitas dan keamanan.

manajemen risiko kebakaran data center lebih aman dengan GFTO guardall bersertifikat fm approved

GuardALL GFTO dirancang untuk beroperasi terus menerus, memberikan perlindungan 24 jam tiada henti terhadap infrastruktur dan data penting di data center. Hal ini penting karena data center beroperasi non-stop dan risiko kebakaran dapat terjadi kapan saja.

Detektor yang sangat sensitif pada sistem ini dapat mendeteksi tanda-tanda awal kebakaran, seperti asap atau kenaikan suhu yang cepat. Sistem kemudian akan mengaktifkan proses pemadaman secara otomatis tanpa memerlukan intervensi manusia.

GuardALL GFTO menggunakan media pemadam yang tidak hanya aman untuk peralatan elektronik, tapi juga ramah lingkungan. Media ini tidak meninggalkan residu, sehingga sangat penting dalam lingkungan data center yang dipenuhi peralatan sensitif dan mahal.

Sistem GuardALL GFTO dirancang untuk pemeliharaan yang mudah, memastikan bahwa sistem selalu berada dalam kondisi optimal dengan usaha dan biaya minimal. Hal ini penting untuk memastikan keandalan sistem dalam jangka panjang.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, GuardALL Gas Suppression System (GFTO) adalah pilihan tepat untuk ruang data center Anda. Namun, pastikan Anda mendapatkan produk yang asli di distributor resmi dan terpercaya seperti Bromindo.

Selain menjadi distributor resmi produk-produk GuardALL, Bromindo juga menyediakan jasa konsultan dan kontraktor fire suppression system. Hubungi kontak kami untuk konsultasi lebih lanjut terkait kebutuhan fire suppression system di data center Anda.

Recommended Posts

Leave a Comment

0