Perbaikan Sistem Fire Hydrant

Fire Hydrant merupakan sebuah fasilitas wajib bagi bangunan-bangunan publik seperti pasar tradisional maupun modern, pertokoan, perindustrian, rumah sakit bahkan perumahaan pun harus ada fasilitas fire hydrant. Sistem fire hydrant ini dioperasikan secara manual oleh operator (manusia) berbeda dengan sistem sprinkler yang sudah otomatis ketika terjadi kebakaran. Media yang digunakaan untuk memadamkan kebakaran yaitu menggunakan air. Oleh karena hal tersebut Perbaikan Sistem Fire Hydrant perlu diperhatikan sehingga dapat berjalan dengan baik ketika digunakan oleh operator / yang membutuhkan.

 

perbaikan sistem fire hydrant

Perbaikan sistem fire hydrant harus dilakukan berkala supaya dapat bekerja secara maksimal ketika digunakan untuk keperluan memadamkan kebakaran. Pengecekan sistem fire hydrant minimal setahun sekali. Sedangkan untuk pompa hydrant minimal dilakukan minimal sekali seminggu.

Langkah Pengecekan dan Perbaikan Sistem Fire Hydrant

Ada beberapa langkah pengecekan yang dilakukan dan perbaikan sistem fire hydrant, tindakan pengecekan yang dilakukan antara lain:

  1. Memastikan hydrant pillar dan valve tidak terhalang dan dapat diakses dengan mudah
  2. Buka valve beberapa putaran agar udara yang dapat keluar. Catat waktu serta kondisi air yang keluar (berwarna keruh, ada pasir dan sebagainya), hal ini dilakukan untuk memastikan valve dapat bekerja dengan baik dan mengetahui kejernihan air layak untuk dipakai. Serta perlu dilakukan pelumasan pada bagian valve supaya valve dapat dibuka dengan mudah dan tidak karatan. Kemudian setelah kondisi air jernih tutup kembali valve dengan pelan-pelan agar tidak terjadi water hammer.
  3. Menghidupkan pompa untuk mengetahui pompa hydrant (diesel pump, electric pump, jockey pump) dapat dioperasionalkan. Hal ini dilakukan minimal satu minggu sekali. Mengganti oli pada setiap pompa hydrant harus diperhatikan untuk mengetahui berapa tahun sekali untuk mengetahui bisa konsultasi pada engineering yang berkompeten di bidang fire hydrant.
  4. Memastikan shield atau cat pada hydrant pillar masih terjaga. Jika terjadi pengelupasan shield dilakukan pengecatannya ulang dengan bahan khusus.
  5. Memastikan Fire hose tidak bocor dan dilakukan penyemprotan anti serangga sehingga semut tidak dapat membuat sarang didalamnya.
  6. Lakukan pengetesan pada setiap valve, flange, firehose (selang pemadam) serta bagian nozzle, pastikan setiap sambungan tidak terjadi kebocoran.
  7. Lakukan flushing (pembilasan / pembersihan) untuk menghindari pengendapan lumpur pada instalasi fire hydrant.
  8. Jika dalam pengecekan terdapat masalah tandai dan lakukan pencatatan selanjutnya lakukan tindakan untuk langkah perbaikan.

Membutuhkan Kontraktor Berpengalaman untuk Perbaikan Sistem Fire Hydrant

Perbaikan sistem fire hydrant membutuhkan kontraktor dan engineering yang berpengalaman. Bromindo memiliki tenaga ahli engineering yang sudah berpengalaman di Internasional dan memiliki jam terbang tinggi dalam bidang instalasi fire hydrant maupun sprinkler. Bromindo telah memiliki sertifikat NFPA (National Fire Protection Association). Tim Bromindo bekerja sesuai dengan standart keamanan yang berlaku di Indonesia atau disebut SNI (Standar Nasional Indonesia). Tentunya tim engineering kami mampu dalam perbaikan sistem fire hydrant dengan baik. Untuk info lebih detail lagi bisa langsung hubungi kami.

 

Leave a Comment