Proteksi Kebakaran Untuk Penampungan Batu bara

Proteksi Kebakaran Untuk Penampungan Batu bara

Proteksi kebakaran untuk penampungan batu baraBatu bara merupakan bahan bakar pengganti BBM yang sangat penting untuk pengerak perekonomian Negara. Batu bara sangat membantu dalam sektor perlistrikan, kereta api, perindustrian dan lain-lain. Bahan bakar batu bara perpotensi menimbulkan kebakaran tinggi sekali, batu bara tergolong dalam tingkat level kebakaran A. Oleh karena hal tersebut harus diadakan proteksi kebakaran untuk penampungan batu bara.

Dalam proteksi kebakaran untuk penampungan batu bara harus sudah terpasang dengan fire hydrant system. Hal ini untuk menghindari kerugian material dan asset yang telah dibangun susah payah. Lebih baik mengeluarkan biaya diawal untuk membangun proteksi kebakaran daripada tidak sama sekali. Bayangkan jika terjadi kebakaran dan mengakibatkan kerugian yang begitu besar bagi perusahaan. Tentunya hal ini tidak sebanding dengan modal yang dibutuhkan untuk membangun fire hydrant system daripada asset yang dibangun terbakar. Disamping hal tersebut untuk keselamatan para pegawai perusahaan atau penghuni hunian perumahan.

Untuk proteksi kebakaran untuk penampungan batu bara bisa ditambah dengan menggunakan monitor pillar yang sudah terpasang instalasi fire hydrant. Disamping hal tersebut jika kebakaran tidak terlalu besar atau kebakaran belum kurang lebih 3 menit bisa menggunakan fire extinguisher dengan media AF11, Foam, maupun dry chemical powder. Biasanya kebakaran yang sudah membakar lebih 3 menit dipastikan kebakaran sudah membesar dan sulit untuk dipadamkan dengan menggunakan alat pemadam api/kebakaran ringan (APAR).Water Monitor pillar

Water monitor untuk proteksi kebakaran untuk penampungan batu bara untuk penempatannya berapa pada seberang jalan dari gedung. Sedangkan untuk peletakannnya water monitor untuk selang 30 jaraknya biasanya pada masing-masing titik 50 meter – 100 meter mengelilingi penampungan batu bara. Untuk  peletetakan water monitor pada penampungan batu bara harus dengan SNI dan NFPA. Supaya dalam proteksi kebakaran untuk penampungan batu bara bisa terencana dengan baik dan aman digunakan.

Cara Kerja Water Monitor Dalam Proteksi Kebakaran Untuk Penampungan Batu Bara

Cara kerja water monitor dalam proteksi kebakaran untuk penampungan batu bara sebagai berikut:

1. Ketika terjadi kebakaran pada penampungan batu bara, secepatnya hidupkan pompa fire hydrant untuk mempersiapkan air yang ada di tandon air mengisi instalasi fire hydrant. Untuk dapat menggunakan water monitor dapat bekerja maksimal diperlukan waktu pompa air mengisi instalasi fire hydrant kurang lebih 30 menit.

2. Setelah air sudah mengisi instalasi fire hydrant sudah siap digunakan. Arahkan water monitor ke arah sumber kebakaran yang membakar penampungan batu bara. Dengan mengerakkan water monitor ke kiri dan ke kanan pada titik api, teknik ini dimaksud supaya pemadamnya bisa merata atau tidak hanya pada satu titik api saja.

3. Pastikan titik api pada penampungan batu bara benar-benar padam. Sehingga proteksi kebakaran untuk penampungan batu baru bekerja dengan baik.

Dibutuhkan Kontraktor Professional Agar Proteksi Kebakaran Untuk Penampungan Batu Bara Dapat Bekerja

Untuk membangun proyek mengenai proteksi kebakaran untuk penampungan batu bara dibutuhkan kontraktor professional yang mengaju standar lembaga kebakaran. Beberapa lembaga kebakaran antara lain NFPA dan SNI mengenai standar untuk membangun proteksi kebakaran. Oleh karena itu, kami dari Bromindo memiliki tenaga ahli yang sadah mempunyai jam terbang tinggi dalam bidang instalasi fire hydrant yang telah berpengalaman bertahun-tahun. Tim engineering kami selain dapat melakukan desain, instalasi, dan perencanaan fire hydrant. Tim kami juga dapat melakukan inspeksi maupun maintenance terhadap fire hydrant system yang sudah ada sebelumnya. Bromindo sudah bersertifikat NFPA (National Fire Protection Association) dan tim engineering bromindo kami melakukan pekerjaan mengacu pada SNI (Standart Nasional Indonesia) yang ada.

Leave a Comment