5 Protokol Keselamatan Kebakaran di Data Center Standar NFPA

Keselamatan kebakaran di data center adalah prioritas utama. Protokol keselamatan kebakaran di data center akan membantu melindungi data dan perangkat keras dari kerusakan. Selain itu, protokol ini juga memastikan keselamatan karyawan.

Standar industri dan regulasi khusus telah dikembangkan untuk membantu mengelola risiko kebakaran ini secara efektif. Dengan mengikuti standar ini, data center dapat mengurangi kemungkinan kebakaran dan mempercepat respons dalam kasus keadaan darurat.

Pentingnya Protokol Keselamatan Kebakaran di Data Center

Data center merupakan jantung dari infrastruktur teknologi informasi (TI) modern. Fungsi data center adalah menyimpan sejumlah besar data yang penting bagi operasi harian bisnis dan keberlangsungan operasional jangka panjang sebuah organisasi.

Karena peran data center yang sangat krusial, menjaga keamanan data center terhadap ancaman seperti kebakaran adalah prioritas utama. Inilah alasan mengapa pentingnya protokol keselamatan kebakaran di data center tidak bisa diabaikan.

Protokol Keselamatan Kebakaran di Data Center dengan fire suppression system standar nfpa

Data center berisiko tinggi terhadap kebakaran karena berbagai alasan. Pertama, fasilitas ini mengandung perangkat keras yang bekerja secara kontinu dan menghasilkan panas yang signifikan. Peralatan elektronik di data center bekerja 24 jam non stop setiap hari.

Meskipun sistem pendinginan canggih digunakan untuk mengendalikan suhu, kegagalan atau malfungsi dapat memicu kondisi yang menyulut api. Selain itu, kabel listrik dan alat elektronik yang sering kali berserakan menambah risiko terjadinya korsleting listrik.

Mengingat risiko ini, protokol keselamatan kebakaran di data center dirancang untuk mengidentifikasi dan merespons insiden kebakaran secara efektif. Protokol ini meliputi berbagai sistem yang harus bekerja secara harmonis untuk melindungi aset data.

Standar Industri dan Regulasi untuk Keselamatan Kebakaran di Data Center

Keselamatan kebakaran di data center adalah masalah yang sangat serius. Untuk alasan ini, ada berbagai standar industri dan regulasi yang dirancang untuk mengatur dan memandu penerapan praktik keselamatan kebakaran yang efektif di fasilitas tersebut.

Standar ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi peralatan dan data, tetapi juga untuk memastikan keselamatan personil yang bekerja di dalam data center. Berikut ini adalah beberapa standar protokol keselamatan kebakaran di data center:

1. NFPA 75

Protokol Keselamatan Kebakaran di Data Center menurut standar nfpa 75

Salah satu standar paling penting dalam industri ini adalah NFPA 75 yang dikeluarkan oleh National Fire Protection Association. Standar ini memberikan panduan komprehensif mengenai perlindungan kebakaran untuk fasilitas teknologi informasi.

Protokol keselamatan kebakaran di data center mencakup konstruksi gedung, perlindungan kebakaran, pengendalian bencana dan pemulihan. Standar ini menekankan pada pencegahan kebakaran melalui desain, pemeliharaan, dan penggunaan material tahan api.

2. ISO/IEC 27001

Meskipun ISO/IEC 27001 bukan secara eksplisit fokus pada kebakaran, standar ini sangat penting dalam konteks manajemen risiko keamanan di data center. Standar ini menuntut organisasi untuk menerapkan kontrol keamanan yang komprehensif.

Termasuk kontrol fisik yang melindungi infrastruktur dari akses tidak sah dan risiko lingkungan, seperti kebakaran. Pengadopsian ISO/IEC 27001 memastikan bahwa ada prosedur tanggap darurat yang efektif jika kejadian kebakaran terjadi.

Ini Dia Protokol Keselamatan Kebakaran di Data Center Sesuai Standar NFPA

Protokol keselamatan kebakaran di data center adalah komponen kritis dari strategi keselamatan yang bertujuan untuk melindungi infrastruktur TI dan data penting. Memahami dan menerapkan protokol yang tepat dapat mengurangi risiko dan dampak kebakaran.

1. Gunakan Konstruksi Tahan Api

Protokol Keselamatan Kebakaran di Data Center dengan konstruksi tahan api

Penggunaan konstruksi tahan api sangat penting dalam desain data center untuk mencegah dan meminimalisir kerusakan yang mungkin terjadi. Ketika merancang data center, ada beberapa lapisan perlindungan kebakaran yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Bangunan: Pastikan bahwa bangunan data center dilengkapi dengan sistem pengamanan seperti fire sprinkler system untuk data center, APAR, dan bahan bangunan yang tahan api untuk menghambat penyebaran api serta asap melalui struktur.
  • Ruangan: Setiap ruangan di dalam data center harus memiliki sistem proteksi yang sesuai dengan standar NFPA 75 dan 76. Hal ini mencakup sistem sprinkler basah atau gas suppression system yang tidak merusak peralatan elektronik.
  • Rak: Pada tingkat rak, pemasangan sistem deteksi dan pemadaman kebakaran otomatis sangat disarankan. Sistem ini dirancang untuk bertindak cepat pada indikasi awal kebakaran, sehingga meminimalkan kerusakan pada perangkat sensitif.

2. Pisahkan Ruang Pusat Data dan Peralatan TI

Memisahkan ruang utama data center dari area peralatan TI lainnya dapat mengurangi risiko kerusakan luas jika kebakaran terjadi. Penggunaan ruang terkompartementalisasi membantu dalam lokalisasi api dan memudahkan operasi pemadam kebakaran.

3. Pasang Alarm Kebakaran dan Sistem Pemadaman

Protokol Keselamatan Kebakaran di Data Center dengan pasang fire system media ramah lingkungan

Sistem deteksi dan alarm kebakaran yang efektif harus dipasang untuk peringatan dini. Selain itu, sistem pemadaman kebakaran seperti sprinkler otomatis atau sistem supresi gas clean agent harus diintegrasikan untuk respon cepat terhadap kebakaran.

4. Inspeksi Rutin Sistem Proteksi Kebakaran

Mengelola data center membutuhkan pemeliharaan dan inspeksi berkala. Tujuannya untuk memastikan bahwa semua peralatan kebakaran dalam kondisi prima. Dalam mengelola keselamatan kebakaran, beberapa langkah penting yang harus diikuti meliputi:

  • Pemeliharaan Berkala: Pastikan semua peralatan pemadam kebakaran, termasuk alat pemadam api, fire system, dan sistem deteksi kebakaran dalam kondisi baik.
  • Penyesuaian Protokol Keselamatan: Setiap ada perubahan dalam desain ruangan, penambahan atau rekonfigurasi peralatan, atau peningkatan jumlah personel, evaluasi ulang dan sesuaikan protokol keselamatan kebakaran di data center Anda.
  • Inspeksi Reguler: Lakukan inspeksi secara rutin sesuai dengan standar NFPA untuk memastikan bahwa semua sistem keamanan kebakaran beroperasi dengan benar dan sesuai dengan standar industri.

5. Pelatihan Staf Tentang Prosedur Keselamatan

Protokol Keselamatan Kebakaran di Data Center dengan mengadakan training alat pemadam kebakaran

Pelatihan reguler kepada staf tentang prosedur keselamatan kebakaran sangat penting. Setiap karyawan harus mengetahui cara menggunakan alat pemadam kebakaran dan jenis-jenis APAR yang sebaiknya digunakan untuk mengatasi berbagai kelas kebakaran di data center.

Lebih Aman! Gunakan Gas Suppression System untuk Data Center yang Ramah Lingkungan

Data center berisiko tinggi terhadap kebakaran karena konsentrasi tinggi peralatan elektronik yang beroperasi secara kontinu. Gas suppression system adalah solusi terbaik untuk memenuhi protokol keselamatan kebakaran di data center.

Protokol Keselamatan Kebakaran di Data Center diproteksi fire system media tidak meninggalkan residu

Sistem ini bekerja dengan melepaskan agen pemadam kebakaran dalam bentuk gas ke area yang terdeteksi kebakaran. Agen pemadam ini secara efektif mengurangi kadar oksigen di udara dan mendinginkan api tanpa merusak peralatan elektronik.

Gas suppression system dirancang untuk aktivasi cepat dan efisien dalam keadaan darurat. Ketika detektor asap atau panas mengindikasikan adanya api, sistem ini langsung diaktifkan dan membebaskan gas seperti FM200, NOVEC 1230, atau inert gas.

Gas tersebut mampu memadamkan api tanpa meninggalkan residu atau kelembaban yang bisa merusak perangkat keras elektronik. Dengan protokol keselamatan kebakaran ini, data center bisa dilindungi dari kerusakan akibat kebakaran sambil meminimalisir downtime.

Pemasangan fire system harus dilakukan oleh profesional untuk memastikan fungsi yang optimal. PT Bromindo Mekar Mitra dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang fire protection system, adalah pilihan yang tepat untuk instalasi gas suppression system Anda.

Protokol Keselamatan Kebakaran di Data Center dengan fire suppression system fm approved

Bromindo telah menangani berbagai proyek sistem kebakaran dan memiliki tim teknisi yang profesional. GuardALL Gas Suppression System (GFTO) adalah produk unggulan yang telah mendapatkan sertifikasi FM Approved dan sesuai standar NFPA.

Dengan memilih Bromindo untuk instalasi gas suppression system, Anda bisa lebih aman karena memiliki sistem proteksi kebakaran yang sesuai dengan protokol keselamatan kebakaran di data center. Yuk, hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut!

Recommended Posts

Leave a Comment

0