Storz Coupling Peralatan Kebakaran

Storz CouplingMusibah kebakaran tidak pernah mengenal tempat. Gedung-gedung di pinggir jalan raya, rumah di dalam kompleks, juga rumah yang berada di dalam gang memiliki kemungkinan yang sama terhadap musibah ini. Dalam menangani si jago merah, petugas pemadam akan siap dengan mobil pemadam yang telah lengkap dengan tempat penyimpanan dan selang-selang air. Selang-selang air pemadam kebakaran ini dilengkapi dengan kopling yang berfungsi sebagai penyambung antar selang. Letak titik api yang terkadang jauh dan sulit dicapai membuat kopling ini sangat berguna untuk membuat selang-selang pemadam dapat mencapai titik api tersebut. Salah satu jenis coupling selang yang umum digunakan adalah storz coupling.

Storz Coupling merupakan kopling selang yang saling terhubung menggunakan kait dan flange (sambungan baut di mana dua buah pipa, equipment, fitting atau valve dapat dihubungkan bersama-sama). Storz Coupling diambil dari nama belakang penemunya, Carl Agustus Guido Storz, seorang insinyur dari Jerman pada tahun 1882. Konektor ini biasanya terbuat dari material seperti kuningan atau aluminium dan merupakan kopling standar pada selang kebakaran di Portugal, Denmark, Jerman, Austria, Swiss, Swedia, Belanda, Yunani, dan juga Australia.

Bagaimana Proses Pembuatan Storz Coupling ?

Berdasarkan penggunaan kopling ini, Proses pembuatannya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu

1) Casting atau pengecoran, yaitu pembentukan logam dengan cara menuangkan logam cair ke dalam cetakan sesuai yang dibutuhkan. Aplikasi dari storz dengan metode ini adalah untuk selang umum yang digunakan pada tekanan rendah.

2) Forgings atau penempaan, yaitu pembentukan logam dengan cara memberikan gaya tekan pada logam tersebut. Metode ini menjamin keamanan dan daya tahan kopling sehingga sangat cocok digunakan pada selang-selang pemadam kebakaran.

Storz Coupling dikenal sebagai hermaphrodite coupling (penghubung selang hermaprodit) karena dapat menghubungkan selang-selang tanpa melihat apakah selang tersebut merupakan male coupling (penghubung selang laki-laki), female coupling (penghubung selang perempuan), atau bahkan ujung sambungan yang memiliki ulir identik. Untuk beberapa sambungan storz, kopling yang berlawanan akan ditekan bersama sehingga kait masing-masing dimasukkan ke dalam slot flange lainnya. Kemudian sambungan diputar dalam arah yang berlawanan hingga saling terkait dan terkunci dengan rapat. Sedangkan untuk melepaskannya, kait dilepaskan dan konektor diputar kearah berlawanan dari kopling, dan kemudian di lepas ketika kait dan slot selaras. Penyambungan storz juga dapat dibantu dengan menggunakan kunci pas khusus storz.

Kelebihan Storz Coupling

Kelebihan Storz Coupling dibandingkan yang lain adalah jarak waktu yang digunakan saat memasang kopling ini sangat singkat dari kopling yang lainnya. Pada umumnya, pemasangan kopling antar selang membutuhkan beberapa kali putaran hingga sambungan terkunci rapat. Namun, kopling storz hanya butuh ΒΌ kali putaran dan sambungan sudah terpasang dengan sempurna. Karena hal ini, kopling storz secara luas dipandang sebagai alternatif yang aman dalam penggunaan kopling berulir.

Pada tahun 1890 di Swiss, Guido storz mematenkan koplingnya dan segera menjadi standard bagi keran kebakaran di hampir sebagian besar Eropa. Namun di Amerika, butuh hampir seratus tahun hingga kopling storz ini dapat menggantikan kopling utama yang sudah digunakan sejak lama oleh pemadam kebakaran mereka. Petugas pemadam Amerika Serikat menggunakan LDH ( Large Diameter Hose) yaitu selang berdiameter besar dengan kopling storz pada kedua ujung sambungan antara selang dan pompa. Semua produsen hidran di Amerika menawarkan kopling storz sebagai onderdil asli pada hidran mereka untuk menghubungkan dengan kopling storz yang digunakan oleh para petugas pemadam kebakaran.

Leave a Comment