Tindakan untuk menolong Korban Kebakaran

Tindakan untuk menolong Korban Kebakaran

Ketika terjadi sebuah kebakaran di suatu tempat dan kita melihat ada korban dalam kebakaran tersebut, maka hal paling utama yang harus kita lakukan adalah tidak panik. upayakan diri tetap tenang dalam melakukan tindakan penyelamatan. Selanjutnya, kita harus mencoba untuk memahami situasi serta kondisi dan melihat segala kemungkinan evakuasi yang bisa dilakukan dengan segera sambil menunggu datangnya pertolongan dari petugas terkait. Yang paling penting adalah kita harus tetap berhati-hati karena kesalahan prosedur justru akan membuat korban semakin parah. untuk itu, kita harus memahami dulu tahapan luka bakar yang terjadi pada tubuh korban sehingga bisa mengambil Tindakan untuk menolong Korban Kebakaran sesuai dengan luka bakar yang dialami. Luka bakar dibagi menjadi 3 derajat :

Tindakan untuk menolong Korban Kebakaran tingkat 1

Luka bakar tingkat satu adalah luka bakar yang menimbulkan kerusakan jaringan kulit hanya di bagian luar. misalnya, kulit terkena sengatan matahari langsung, kulit melakukan kontak langsung dengan objek panas seperti air panas atau uap panas. Gejala Luka Bakar Tingkat 1 yaitu kemerahan pada bagian kulit yang terbakar, bengkak ringan, nyeri, kulit belum sampai terkoyak karena melepuh.
Tindakan untuk menolong Korban Kebakaran derajat 1 ini adalah dengan:
1. Menyiram kulit menggunakan air mengalir pada bagian luka yang terbakar atau mengkompres dengan air dingin menggunakan handuk kecil atau sapu tangan.
2. Menutup luka bakar tingkat 1 dengan kain perban steril untuk mencegah infeksi pada permukaan kulit.
4. Jangan memberi mentega atau minyak pada luka bakar
5. Jangan memberikan obat – obatan lain atau ramuan tanpa persetujuan dokter.

Tindakan untuk menolong Korban Kebakaran tingkat 2

Luka bakar tingkat ini menyebabkan kerusakan lapisan bawah kulit. terjadi misalnya karena sengatan matahari yang berlebihan, cairan panas, dan percikan api dari bensin atau substansi lain. Gejala luka bakar tingkat dua seperti kemerahan, keluat bintik hitam bergaris, melepuh, bengkak yang tidak hilang selama beberapa hari, kulit terlihat lembab atau becek.
Tindakan untuk menolong Korban Kebakaran derajat 2 ini adalah dengan:
1. Menyiram kulit menggunakan air mengalir pada bagian luka yang terbakar atau mengkompres dengan air dingin menggunakan handuk kecil atau sapu tangan.
2. Keringkan luka dengan handuk bersih atau bahan lain yang lembut
3. Tutup dengan perban steril untuk menghindari infeksi
4. Angkat bagian tangan atau kaki yang terluka lebih tinggi dari organ jantung
5. Segera cari pertolongan medis jika korban mengalami luka bakar di sekitar bibir atau kesulitan bernapas.

Tindakan untuk menolong Korban Kebakaran tingkat 3

Luka bakar ini menghancurkan semua lapisan kulit dan tergolong luka bakar paling parah. yang dikategorikan sebagai luka bakar tingkat 3 misalnya kontak terlalu lama dengan sumber panas dan sengatan listrik tegangan tinggi. Gejalanya : daerah luka tampak berwarna putih, kulit hancur, dan nyeri karena ujung saraf telah rusak. Penanganan Tindakan untuk menolong Korban Kebakaran sebagai berikut:

1. Jika korban masih dalam keadaan terbakar, padamkan api dengan menggunakan selimut, karpet, jaket dan bahan lain.
2. Kesulitan bernapas dapat terjadi pada korban khususnya bila luka terdapat pada wajah, leher dan di sekitar mulut karena korban menghirup asap yang menyertai pembakaran. Lakukan pemeriksaan untuk memastikan korban dapat bernapas dengan baik.
3. Tempelkan kain basah atau air ingin, namun jangan menggunakan air es untuk luka di bagian wajah, tangan dan kaki. Tujuan hal ini adalah untuk menurunkan suhu pada daerah luka.
4. Tutup luka bakar dengan perban steril dan tebal, kain bersih, sarung bantal, atau bahan lain yang anda temukan. Tetapi jangan bahan yang mudah rontok seperti kapas / kapuk justru akan menempel ke luka bakar.
5. Segera telepon ambulan untuk pertolongan medis, sangat penting bagi korban untuk mendapatkan perawatan meski lukanya tidak terlalu besar.

Pada prinsipnya, Tindakan untuk menolong Korban Kebakaran diatas dilakukan untuk mengurangi luka hawa panas pada luka bakar. beberapa pilihan pengobatan yang bisa digunakan untuk mengatasi rasa sakit. Pilihannya tersebut meliputi analgesik sederhana (seperti ibuprofen dan asetaminofen) dan opioid seperti morfin. Benzodiazepin juga bisa digunakan ditambahkan guna membantu menurunkan kecemasan. Sifat umum untuk masa penyembuhan yaitu rasa gatal di lingkaran luka bakar, Selama proses ini, antihistamin, pijat, atau stimulasi saraf transkutaneus bisa dilakukan untuk mengurangi rasa gatal tersebut. Antibiotik intravena dianjurkan sebelum pembedahan pada pasien yang mengalami luka bakar berat, hal ini bisa memperbaiki tingkat kelangsungan hidup pada pasien yang mengalami luka bakar luas dan berat. Pada luka bakar yang disebabkan oleh asam hidrofluorat, kalsium glukonat merupakan antidot khusus dan bisa digunakan secara intravena dan/atau dioleskan.

Leave a Comment