9 Tips Memilih Data Center yang Tepat dan Aman dari Kebakaran

9 Tips Memilih Data Center yang Tepat dan Aman dari Kebakaran

Memilih data center yang tepat adalah keputusan penting yang dapat mempengaruhi efisiensi, keamanan, dan skalabilitas infrastruktur teknologi informasi sebuah perusahaan. Artikel ini akan membahas tentang tips memilih data center yang tepat sesuai standar.

Apa Itu Tier Data Center dan Tingkatannya?

tips memilih data center yang aman dari kebakaran

Bicara tentang tips memilih data center, salah satu aspek penting yang harus dipertimbangkan adalah sistem klasifikasi tier data center. Sistem ini menggambarkan tingkat keandalan dan infrastruktur data center tersebut yang diklasifikasikan menjadi empat jenis.

Sistem tier dirancang oleh Uptime Institute dan menjadi standar industri untuk mengukur kemampuan suatu data center dalam menjaga operasional yang stabil dan aman. Jadi, tips memilih data center yang pertama adalah pahami terlebih dahulu apa itu tier data center.

Tier data center adalah sistem klasifikasi yang memberikan standar industri untuk desain, konstruksi, dan keberlanjutan operasional data center. Sistem ini dibagi menjadi empat level, dari Tier I sampai Tier IV di mana setiap tier menunjukkan tingkat keandalan yang berbeda.

1. Tier I: Basic Capacity

  • Uptime: 99.671% dengan downtime tahunan sekitar 28.8 jam.
  • Fasilitas: Menyediakan kapasitas daya dan pendingin dasar tanpa redundansi.
  • Cocok untuk: Perusahaan kecil dengan kebutuhan komputasi yang minimal dan bisa menoleransi downtime.

2. Tier II: Redundant Capacity

  • Uptime: 99.741% dengan downtime tahunan sekitar 22 jam.
  • Fasilitas: Memiliki komponen redundan pada sistem kritikal tetapi hanya satu jalur distribusi yang non-redundan.
  • Cocok untuk: Bisnis yang memerlukan sedikit redundansi pada peralatan mereka dan sedikit lebih toleran terhadap interupsi.

tips memilih data center untuk perusahaan sesuai standar

3. Tier III: Concurrently Maintainable

  • Uptime: 99.982% dengan downtime tahunan sekitar 1.6 jam.
  • Fasilitas: Memungkinkan setiap komponen dalam sistem data center untuk diperbaiki atau diganti tanpa menghentikan layanan.
  • Cocok untuk: Perusahaan besar yang membutuhkan akses tanpa henti ke aplikasi dan data mereka.

4. Tier IV: Fault Tolerant

  • Uptime: 99.995% dengan downtime tahunan hanya 0.4 jam.
  • Fasilitas: Memiliki infrastruktur yang sepenuhnya redundan dengan kemampuan fault tolerance, artinya data center dapat menanggulangi satu kegagalan serius tanpa dampak operasional.
  • Cocok untuk: Organisasi yang aplikasi dan data mereka sangat kritikal, seperti layanan keuangan, pemerintah, atau kesehatan yang memerlukan ketersediaan dan keamanan data maksimal.

Tips Memilih Data Center yang Tepat Sesuai Standar

Memilih data center yang tepat adalah keputusan penting yang dapat mempengaruhi efisiensi, keamanan, dan skalabilitas infrastruktur teknologi informasi sebuah perusahaan. Berikut ini beberapa tips penting untuk membantu Anda dalam memilih data center:

1. Identifikasi Kebutuhan Spesifik Perusahaan

tips memilih data center canggih terintegrasi dengan fire suppression system standar nfpa

Evaluasi kebutuhan infrastruktur TI Anda termasuk kebutuhan penyimpanan, kecepatan pemrosesan data, kebutuhan bandwidth, dan persyaratan keamanan. Pastikan data center yang Anda pilih dapat mendukung kebutuhan ini sekarang dan di masa depan.

Baca juga: Komponen Data Center dan Fungsinya

2. Pertimbangkan Lokasi

Lokasi data center sangat penting untuk kecepatan akses dan redundansi. Pertimbangkan risiko alam, seperti gempa bumi atau banjir dan pilih lokasi yang minim risiko bencana. Juga, pertimbangkan jarak dari kantor pusat Anda untuk kemudahan akses.

3. Cek Keandalan dan Uptime

Uptime data center yang diukur dalam persentase ketersediaan tahunan sangat penting. Cari data center dengan tingkat uptime tinggi (Tier III atau IV) yang menawarkan redundansi penuh dan sistem backup untuk daya dan pendinginan.

4. Evaluasi Keamanan Fisik dan Siber

Pastikan data center memiliki keamanan fisik yang kuat, termasuk pengawasan video, kontrol akses ketat, dan keamanan termonitor 24/7. Keamanan siber juga harus kuat, dengan firewall canggih, deteksi intrusi, dan enkripsi data.

5. Periksa Scalability dan Fleksibilitas

tips memilih data center sesuai kebutuhan bisnis

Seiring pertumbuhan bisnis Anda, kebutuhan data juga akan berkembang. Data center harus mampu skala up atau down berdasarkan kebutuhan bisnis Anda. Fleksibilitas untuk menyesuaikan sumber daya teknologi secara cepat dan efisien adalah kunci.

6. Analisis Biaya

Evaluasi semua biaya yang terkait dengan penggunaan data center tersebut. Tidak hanya biaya awal, tetapi juga biaya operasional termasuk daya, pendinginan, dan bandwidth. Periksa juga opsi pembayaran dan potensi biaya tersembunyi.

7. Dukungan dan Layanan Pelanggan

Layanan pelanggan yang responsif dan dukungan teknis profesional adalah penting. Cari tahu tentang layanan dukungan yang ditawarkan dan pastikan mereka dapat diandalkan 24/7 untuk membantu mengatasi masalah teknis atau operasional.

8. Kepatuhan dan Sertifikasi

Tips memilih data center berikutnya adalah pastikan data center tersebut mematuhi standar industri dan regulasi yang relevan. Baik itu standar ISO 27001, HIPAA, atau PCI DSS. Hal ini tergantung pada jenis data yang perusahaan Anda kelola.

9. Pertimbangkan Aspek Lingkungan

Pilih data center yang mengimplementasikan praktik berkelanjutan dan efisien dalam penggunaan energi. Hal ini bisa berupa penggunaan energi terbarukan, memiliki efisiensi energi yang tinggi, atau partisipasi dalam program kompensasi karbon.

Biar Aman, Pilih Data Center yang Dilengkapi Sistem Proteksi Kebakaran!

tips memilih data center fire suppression system standar nfpa

Dalam menjaga keberlangsungan bisnis, pemilihan data center yang aman dari kebakaran adalah esensial. Oleh karena itu, penting untuk memilih data center yang mematuhi standar keamanan kebakaran. Mengapa keamanan kebakaran itu penting?

Data center merupakan lingkungan yang berisiko tinggi untuk kebakaran karena jumlah besar peralatan elektronik yang beroperasi 24/7. Panas yang dihasilkan oleh server dan peralatan lainnya, jika tidak dikontrol dengan baik, dapat memicu kebakaran.

Lalu, seperti apa standar keamanan kebakaran untuk data center? Data center yang mematuhi standar keamanan kebakaran dilengkapi dengan berbagai sistem untuk mencegah dan merespon cepat terhadap kebakaran yang meliputi:

  • Fire Detector
  • Fire Suppression System

Detektor kebakaran diinstal di seluruh data center untuk mengidentifikasi asap, panas, atau api. Detektor ini sangat sensitif dan dirancang untuk mengenali tanda-tanda awal kebakaran, sehingga memastikan respons cepat untuk mencegah kerusakan yang meluas.

tips memilih data center fire suppression sertifikasi FM global

Setelah detektor mengidentifikasi adanya kebakaran, sistem kontrol otomatis akan diaktifkan. Sistem ini terprogram untuk merespons sinyal dari detektor. Dalam banyak kasus, alarm akan berbunyi dan pemberitahuan akan dikirim ke tim manajemen fasilitas.

Fire suppression di data center biasanya menggunakan clean agents yang efektif memadamkan api tanpa meninggalkan residu. Gas ini bekerja dengan cara mengurangi tingkat oksigen di ruangan, sehingga memadamkan api tanpa merusak peralatan.

Proteksi Data Center Lebih Maksimal dengan Fire System Sertifikasi FM Global

Dalam tips memilih data center, keamanan dari kebakaran adalah salah satu pertimbangan paling penting yang harus diperhatikan. Agar lebih aman dari kebakaran, data center harus dilengkapi dengan teknologi fire suppression system yang canggih.

gas suppression system untuk data center standar NFPA untuk data center

GuardALL Gas Suppression System (GFTO) adalah solusi proteksi kebakaran yang dirancang khusus untuk melindungi data center dari risiko kebakaran tanpa mengorbankan keamanan peralatan elektronik yang sensitif.

Sistem ini memenuhi standar keselamatan National Fire Protection Association (NFPA) dan telah mendapatkan persetujuan dari Factory Mutual (FM). Kepatuhan terhadap standar ini menunjukkan tingkat keandalan dan kualitas yang tinggi dari sistem GuardALL GFTO.

GuardALL GFTO efektif untuk kebakaran yang melibatkan peralatan elektronik dan listrik yang tidak bisa dipadamkan dengan air. Sistem ini menggunakan gas clean agent yang tidak konduktif, tidak meninggalkan residu, dan aman untuk peralatan elektronik.

Sistem GuardALL GFTO dilengkapi dengan teknologi deteksi kebakaran yang canggih. Sensor dalam sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi tanda-tanda api dan asap sejak dini, sehingga respons dapat diberikan secepat mungkin sebelum kebakaran berkembang.

Dalam konteks pemeliharaan dan operasional jangka panjang, GuardALL GFTO dirancang untuk keandalan dan efisiensi yang tinggi. Sistem ini membutuhkan pemeliharaan minimal, menawarkan penghematan biaya dan waktu bagi pengelola data center.

Dengan fitur-fitur canggih yang ditawarkan, GuardALL GFTO adalah pilihan tepat untuk memproteksi data center Anda. Bromindo adalah distributor resmi GuardALL GFTO di Indonesia. Hubungi tim kami untuk pemesanan produk atau konsultasi lebih lanjut.

Recommended Posts

Leave a Comment

0