TKDN Adalah: Definisi, Kualifikasi Produk, dan Ragam Manfaatnya

TKDN Adalah Pilar Industri Negeri, Simak Serba-Serbinya!

Aktif digemakan oleh pemerintah, kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri atau TKDN adalah langkah strategis yang dirancang secara khusus untuk meningkatkan daya saing perindustrian lokal di kancah internasional.

Keberadaan standar TKDN memiliki fungsi untuk mendorong untuk kemajuan perekonomian dan pembangunan bangsa. Selain itu, syarat untuk melibatkan tidak hanya material tetapi juga jasa lokal menciptakan kesempatan terbukanya lapangan pekerjaan yang luas.

Terdengar sangat powerful, bukan? Lebih jauh lagi, serba-serbi TKDN bisa kamu simak di sini!

Powerful untuk Kemajuan Negeri, Makna dan Tujuan TKDN Adalah …

TKDN adalah akronim dari Tingkat Komponen Dalam Negeri yang merupakan kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian untuk mendorong penggunaan produk-produk lokal dalam berbagai sektor industri.

Logo Kementerian Perindustrian.

Logo Kementerian Perindustrian.

Standar TKDN Kemenperin bertujuan untuk mengukur dan memastikan seberapa besar kandungan lokal dalam barang atau jasa yang diproduksi di Indonesia. Semakin tinggi nilai TKDN suatu produk, semakin besar kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Secara resmi, sertifikat TKDN adalah standar yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2011 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan TKDN. Peraturan ini memberikan pedoman jelas tentang cara menghitung nilai TKDN barang dan jasa.

Setelah melalui proses tersebut, akan didapatkan nilai berupa presentase TKDN. Nilai TKDN adalah persentase kandungan komponen lokal dalam suatu produk termasuk bahan baku, jasa, dan biaya distribusi. Pemerintah juga telah menetapkan nilai minimal TKDN yakni adalah di angka 25%, tetapi bisa bervariasi bergantung sektornya.

Hal ini mencakup beberapa komponen yakni:

  • Bahan baku
  • Proses produksi.
  • Tenaga kerja lokal yang terlibat dalam pembuatan produk tersebut.

Sejak diberlakukan, banyak sektor industri yang terdampak positif, seperti telekomunikasi, energi, manufaktur, dan bahkan sektor kesehatan.

Contohnya, penggunaan produk-produk dalam negeri dengan TKDN tinggi dalam proyek-proyek strategis nasional seperti pembangunan infrastruktur, pembangkit listrik, dan transportasi publik.

Selain itu, pemerintah memberikan insentif bagi perusahaan yang memenuhi standar, seperti kemudahan dalam tender proyek pemerintah dan pengurangan pajak. Hal ini semakin memotivasi perusahaan untuk meningkatkan komponen lokal dalam produksinya.

Hal ini didasarkan pada Pasal 66 ayat (5) Perpres No.16 Tahun 2018 yang mensyaratkan pengadaan barang impor hanya diperbolehkan jika produk belum diproduksi di dalam negeri atau volume produksinya kecil.

Artinya, produsen barang lokal yang ber-TKDN akan unggul dalam persaingan dengan barang impor untuk menangani proyek pemerintah.

Surveyor TKDN Adalah Lembaga Independen, Siapa Saja Mereka?

Untuk memastikan keakuratan nilai TKDN, pemerintah menunjuk Lembaga Verifikasi Independen (LVI) yang bertugas melakukan penghitungan besaran nilai atau persentase dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP). Perhitungan TKDN adalah proses verifikasi suatu produk agar dapat ditentukan apakah produk tersebut memenuhi kualifikasi nilai minimal.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 4058 Tahun 2023, beberapa LVI yang telah memenuhi persyaratan antara lain:

  1. Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM)
  2. PT Anindya Wiraputra Konsult
  3. PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)
  4. PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo)
  5. PT Surveyor Indonesia

Produk Bersertifikat TKDN Adalah Produk Teruji! Perhitungan dan Proses Ini Harus Dipenuhi!

Lebih dari sekadar angka, sebuah produk harus melalui proses pengujian yang ketat untuk mendapatkan sertifikat TKDN. Untuk itu, memahami proses perhitungan dan persyaratan TKDN sangat penting, terutama bagi pelaku usaha yang ingin bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Perhitungan standar Tingkat Kandungan Dalam Negeri.

Perhitungan standar Tingkat Kandungan Dalam Negeri.

Syarat Utama TKDN Adalah Kandungan Material Lokal

  • Komponen Material Utama: Produk harus memiliki bahan baku utama yang sebagian besar berasal dari dalam negeri. Komponen ini menjadi faktor utama dalam perhitungan nilai TKDN.
    Subkomponen Lokal: Selain bahan utama, subkomponen seperti bahan pendukung juga harus berasal dari sumber lokal.

Proses Produksi di Dalam Negeri

  • Manufaktur Lokal: Produk melalui proses produksi yang dilakukan di Indonesia. Hal ini meliputi perakitan, pengemasan, hingga finishing produk.
  • Teknologi dan Alat Produksi: Jika alat produksi digunakan, sebaiknya diproduksi atau dirakit di dalam negeri untuk meningkatkan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri.

Penggunaan Tenaga Kerja Lokal Adalah Syarat TKDN

  • Tenaga Kerja Produksi: Jumlah tenaga kerja lokal yang terlibat dalam proses produksi memberikan kontribusi besar pada perhitungan.
  • Jasa Pendukung: Penggunaan jasa seperti transportasi lokal, logistik, dan layanan teknis lainnya juga dihitung sebagai nilai tambah.

Keputusan Standar TKDN Adalah Hasil Verifikasi oleh Lembaga Terkait

Selanjutnya, Lembaga Verifikasi Independen (LVI) yang telah ditunjuk oleh pemerintah, seperti PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia, atau lembaga lainnya melakukan proses perhitungan.

Proses verifikasi memastikan bahwa data yang diajukan akurat dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Sertifikasi dan Validasi TKDN

Setelah verifikasi selesai, lembaga akan mengeluarkan sertifikat. Sertifikat TKDN menjadi bukti resmi bahwa produk dapat digunakan dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.

TKDN Adalah Standar Bermanfaat untuk Negeri

Penerapan kebijakan pemerintah ini memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi sektor industri tetapi juga bagi masyarakat. Berikut adalah beberapa manfaat utama kebijakan tersebut untuk kemajuan negeri.

Manfaat standar Tingkat Kandungan Dalam Negeri.

Manfaat standar Tingkat Kandungan Dalam Negeri.

Mendorong Pertumbuhan Industri Lokal

Dengan kebijakan ini, pelaku industri dalam negeri memiliki kesempatan lebih besar untuk berkontribusi dalam proyek strategis nasional. Hal ini mendorong produksi lokal, menciptakan produk-produk yang lebih kompetitif di pasar nasional dan internasional.

Menciptakan Lapangan Kerja

Kemudian, kewajiban menggunakan material dan tenaga kerja lokal dalam proses produksi membuka banyak lapangan kerja baru. Dengan semakin banyaknya proyek yang mengutamakan produk ber-TKDN tinggi, kebutuhan akan tenaga kerja lokal juga meningkat.

Mengurangi Ketergantungan pada Impor

TKDN membantu mengurangi ketergantungan Indonesia pada produk impor. Dengan memanfaatkan bahan baku dan komponen lokal, Indonesia dapat menghemat devisa negara sekaligus memperkuat perekonomian dalam negeri.

Memperkuat Ekosistem Industri Nasional

Lebih jauh lagi, kebijakan penggunaan bahan lokal mendorong kolaborasi antara berbagai sektor industri. Produsen bahan baku, manufaktur, hingga penyedia jasa dapat saling mendukung untuk memenuhi standar tersebut, menciptakan ekosistem yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Meningkatkan Daya Saing Produk Lokal

Produk dengan nilai standar kandungan dalam negeri tinggi menunjukkan kualitas dan daya saing yang setara dengan produk impor. Dengan label standar ini, produk lokal memiliki nilai tambah di pasar nasional dan peluang lebih besar untuk menembus pasar internasional.

TKDN Adalah Kunci, Perusahaan Bisa Panen Untung!

Memilih produk bersertifikat TKDN memberikan berbagai keuntungan bagi perusahaan, baik dari segi operasional, finansial, maupun reputasi. Perusahaan akan mendapatkan beberapa benefit utama berikut ini:

Preferensi dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Salah satu keunggulan utama produk bersertifikat TKDN adalah preferensi dalam tender proyek pemerintah. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021, produk dengan indeks tinggi memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan tender, karena mendapatkan prioritas dan preferensi harga.

Menghemat Biaya Impor

Dengan menggunakan produk lokal yang indeksnya tinggi, perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada barang impor. Hal ini tidak hanya menghemat biaya logistik dan bea masuk, tetapi juga mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar yang dapat memengaruhi anggaran.

Kualitas Terjamin dengan Standar Nasional

Produk bersertifikat ini harus melalui proses verifikasi dan pengujian ketat oleh lembaga yang ditunjuk pemerintah, seperti Sucofindo atau Surveyor Indonesia. Hal ini memastikan bahwa produk tersebut memiliki kualitas yang sesuai dengan standar nasional dan layak bersaing dengan produk impor.

Meningkatkan Reputasi Perusahaan

Penggunaan produk ber-TKDN tinggi menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah dan perekonomian nasional. Hal ini dapat meningkatkan citra perusahaan di mata mitra bisnis, pemerintah, dan masyarakat.

Keuntungan Finansial dan Operasional

Selain manfaat strategis, memilih produk bersertifikasi pemerintah yang satu ini juga memberikan dampak langsung pada efisiensi operasional perusahaan, seperti:

  • Peningkatan Efisiensi Waktu: Kamu bisa mengakses produk lokal dengan lebih mudah, sehingga mengurangi waktu tunggu pengadaan.
  • Ketersediaan Layanan Purna Jual: Produsen lokal umumnya menyediakan layanan purna jual yang lebih cepat dan terjangkau.
  • Peluang Insentif Pemerintah: Beberapa kebijakan pemerintah memberikan insentif pajak atau kemudahan administrasi bagi perusahaan yang menggunakan produk ber-TKDN tinggi.

Apakah TKDN Wajib? Simak, Sektor Prioritas TKDN Adalah Sebagai Berikut!

Tidak semua sektor wajib memenuhi standar, tetapi pemerintah telah menetapkan beberapa sektor prioritas yang diharuskan menggunakan produk bersertifikat TKDN. Berikut adalah sektor-sektor tersebut dan nilai TKDN minimalnya.

Telekomunikasi

  • Produk: Base station, perangkat jaringan, hingga perangkat komunikasi.
  • Nilai minimal: 30%.

Energi dan Sumber Daya Mineral

  • Produk: Peralatan pembangkit listrik, transmisi, dan distribusi.
  • Nilai minimal: 25%-40%, tergantung jenis proyek.

Kesehatan

  • Produk: Alat kesehatan, seperti ventilator, alat tes diagnostik, dan lainnya.
  • Nilai minimal: 40% untuk alat kesehatan lokal.

Transportasi

  • Produk: Komponen kereta api, kendaraan bermotor, dan pesawat.
  • Nilai minimal: 35%-40%.

Peralatan Kebakaran

Peralatan kebakaran, seperti sistem hydrant, sprinkler, APAR, dan pompa kebakaran, juga menjadi sektor yang penting untuk memiliki standar TKDN. Hal ini dikarenakan peralatan kebakaran merupakan produk vital untuk untuk mengamankan aset dan nyawa.

Produk TKDN GuardALL.

Sebagai salah satu merek terkemuka di bidang perlindungan kebakaran, GuardALL telah memenuhi standar TKDN untuk berbagai produknya.

Mayoritas produk dari GuardALL sudah berstandar TKDN seperti Alat Pemadam Api Ringan dan komponen hydrant dengan nilai 40%. Kamu bisa melihat nilai tersebut melalui link ini.

GuardALL hadir sebagai solusi terbaik dengan berbagai produk proteksi kebakaran berstandar TKDN, mulai dari hydrant pump hingga panel pintar Firetrack. Dengan memilih produk GuardALL, Anda tidak hanya melindungi aset dan nyawa, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan negeri.

Yuk, beralih ke produk TKDN untuk masa depan yang lebih mandiri dan berdaya saing! Untuk mendapatkan harga terbaik, kamu bisa membuat penawaran pembelian produk GuardALL bersama kami di link ini. Tunggu apa lagi?

Recommended Posts

Leave a Comment

1