Cara Instalasi Fire Alarm Konvensional Sesuai Standart NFPA

Cara Instalasi Fire Alarm Konvensional

Fire alarm, merupakan salah satu dari sekian sistem proteksi kebakaran yang efektif untuk mencegah kebakaran. Banyak dari kita selalu meremehkan sistem proteksi kebakaran. Kita sering bergumam bahwa kebakaran jarang pernah terjadi, tapi nyatanya terjadi.

Cara Instalasi Fire Alarm Konvensional

Kebakaran merupakan bencana yang tidak dapat kita ketahui kapan dan dari mana datangnya. Efek dari bencana kebakaran ini tidak hanya kepada kita yang mendapat musibah, akan tetapi bisa berdampak pada lingkungan sekitar kita. Jangan sampai karena kelalaian kita, orang lain juga menerima akibatnya.

cara instalasi fire alarm konvensional secara umum

Salah satu sistem proteksi yang bisa kita gunakan yaitu fire alarm. Fire alarm sendiri terdiri dari 2 jenis,

Cara Instalasi Fire Alarm Konvensional

Sesuai dengan judul, kali ini kita akan membahas, bagaimana cara instalasi fire alarm konvensional?

Cara Instalasi Fire Alarm Konvensional

Sistem ini umumnya digunakan pada area dengan skala kecil, atau gedung yang tidak begitu kompleks. Misalnya,

  • Perumahan
  • Minimarket
  • Pertokoan
  • Gudang
  • Ruangan tertentu pada suatu bangunan.

Sistem ini tergolong simple karena alat ini akan menerima pemberitahuan langsung dari zona dan kemudian memerintahkan langsung komponen output (berupa alarm bell maupun indicating lamp) untuk merespon sinyal tersebut. Pada artikel ini kita akan memelajari cara instalasi fire alarm konvensional secara umum.

Cara Instalasi Secara Umum

Sitem fire alarm konvensional merupakan jenis fire alarm paling sederhana dan dalam melakukan instalasinya. Kita hanya membutuhkan

cara instalasi fire alarm konvensional sesuai standart NFPA

Cara instalasi fire alarm konvensional ini melalui beberapa tahapan yaitu

  • Menggunakan kabel berisi dua yang berfungsi sebagai penghubung antar detector dan ke panel alarm.
  • Terkadang juga memerlukan kabel yang tahan api terutama untuk menghubungkan ke panel dan sumber listrik dengan tegangan 220V.
  • Nama terminal pada detectornya adalah L(+) dan Lc(-).
  • Lalu diipasang pada kabel yang dihubungkan dengan control Panel Fire Alarm pada terminal berlabel L dan C lain juga.
  • Setiap detector dihubungkan dengan cara paralel yang memiliki awalan dan akhiran.
  • Kemudian, pada titik akhir detector akan dihubungkan dengan End of line (EOL) yang berarti bahwa loop telah berakhir. Detector terakhir ini dihubungkan dengan EOL resistor dan kapasitor.

Hal ini menyatakan bahwa 1 loop=1 zone yang ditutup EOL resistor. Setiap 1 zona inilah nantinya yang akan menyatakan sinyal tanda kebakaran kepada panel kontrol.

Konsultasikan ke Ahlinya

cara instalasi fire alarm konvensional sesuai standart DAMKAR

Bagi kita orang awam, melakukan cara instalasi fire alarm konvensional di atas sangatlah rumit. Mungkin ada beberapa bagian yang tidak kita pahami. Oleh sebab itu, kami siap membantu Anda dalam mengatasi permasalahan cara instalasi fire alarm konvensional milik Anda.

Cara Instalasi Fire Alarm Konvensional

Selain itu, pengaturan pada fire alarm harus juga sesuai dengan standart SNI (standart nasional Indonesia) dan NFPA (National Fire Protection Association).

Cara Instalasi Fire Alarm Konvensional

Untuk informasi mengenai instalasi fire alarm dan penawaran menarik lainnya, jangan sungkan untuk menghubungi kami melalui menu contact us pada situs ini.  Kami siap menjadi mitra Anda guna membantu mengamankan aset berharga Anda dari bahaya kebakaran.

Cara Instalasi Fire Alarm Konvensional

Recommended Posts

Leave a Comment