Cara Menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang Efektif
Tau nggak sih? Alat pemadam api ringan (APAR) itu tidak boleh dipakai sembarangan, loh! Jika ingin memadamkan api dengan aman dan efektif, Anda harus melakukan cara menggunakan APAR sesuai standar.
Prosedur penggunaan APAR yang salah bisa menyebabkan banyak risiko. Mulai dari kegagalan pemadaman hingga mencelakai diri sendiri atau orang lain di sekitarnya. Untuk itu, memahami cara pakai APAR sangat penting.
Bagaimana Cara Menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)?
Saat kebakaran, setiap detik sangat berharga. Pada tahap awal api baru terbentuk, Anda bisa memadamkannya menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) karena alat ini dirancang untuk memadamkan api kecil.
Namun, menggunakan APAR juga bukan hal yang mudah jika Anda tidak memahami cara menggunakannya. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mempelajari bagaimana cara menggunakan APAR yang benar.
Banyak terjadi kasus dimana kebakaran kecil gagal dipadamkan karena pengguna APAR tidak bisa memanfaatkan alat pemadam api dengan benar. Agar hal ini tidak terjadi, pelajarilah teknik penggunaan APAR sesuai standar.
Cara menggunakan APAR sesuai standar sebenarnya sangat mudah. Ada empat langkah yang disebut dengan Teknik PASS. Agar lebih paham, prosedur menggunakan APAR adalah sebagai berikut:
- PULL: Tarik kunci pengaman atau segel yang berada di bagian tuas.
- AIM: Pegang bagian ujung selang dengan kuat dan arahkan ujung selang ke sumber api.
- SQUEEZE: Tekan tuas semaksimal mungkin, agar media bisa keluar semua dengan tekanan maksimal.
- SWEEP: Kibaskan ujung selang dari kanan ke kiri atau sebaliknya pada sumber api secara perlahan sampai api padam.
Nah, itu dia langkah-langkah menggunakan APAR yang harus Anda pahami. Dengan menggunakan cara tersebut, maka api bisa cepat dipadamkan agar tidak semakin membesar dan lebih sulit untuk dikendalikan.
Lalu, Berapa Jarak Menggunakan APAR dari Sumber Api?
Saat menggunakan APAR, Anda juga harus memperhatikan jaraknya dari titik api. Hal ini sangat penting untuk menjaga keamanan diri sendiri dan juga meningkatkan efektivitas pemadaman api.
Nah, jarak yang aman dan efektif saat menggunakan APAR adalah 3-5 meter dari titik api. Jika jaraknya terlalu dekat, Anda mungkin bisa terkena panas atau jilatan api, sehingga berisiko cedera.
Sebaliknya, jika jarak penyemprotan APAR lebih jauh dari 5 meter, kemungkinan media APAR akan menyebar. Media APAR seperti powder bisa terbang terbawa angin, sehingga tidak bisa mengenai sumber api.
Oleh karena itu, lakukan pemadaman pada jarak 3-5 meter saja. Tubuh Anda akan aman dari jilatan api dan media APAR juga bisa menyelimuti titik api dengan sempurna karena masih padat, tidak menyebar.
Pakai Selang Magnet, Cara Menggunakan APAR Firefix Jadi Lebih Gesit
Apa itu Magnetic Hose Nozzle? Magnetic Hose Nozzle adalah peningkatan inovatif pada desain selang pemadam atau nozzle pada tabung APAR. Ujung selang ini dilengkapi dengan magnet yang memungkinkannya menempel secara otomatis ke tabung APAR.
Fitur ini mengeliminasi kebutuhan akan sabuk APAR yang biasanya digunakan untuk mengaitkan atau menempatkan selang pada tabung. Magnetic Hose Nozzle akan mengurangi waktu persiapan dan meningkatkan efisiensi dalam situasi darurat.
Dengan fitur ini, kita tidak perlu lagi repot mengeluarkan selang APAR dari sabuknya pada saat darurat. Belum lagi, sering ditemui kasus sabuk yang seret, sehingga cukup sulit untuk mengeluarkan selang APAR dari sabuk dan memperlambat respon kebakaran.
Dengan sistem magnet, selang dapat langsung menempel pada tabung hanya dengan mendekatkannya saja. Selang yang selalu menempel rapi pada tabung akan mengurangi risiko kerusakan yang bisa menghambat penggunaan APAR saat dibutuhkan.
4 Kesalahan Menggunakan APAR yang Harus Dihindari
Saat menggunakan APAR, tanpa disadari banyak orang yang melakukan kesalahan. Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan dan ini bisa menyebabkan efektivitas penggunaan APAR terganggu.
Ketika melakukan kesalahan saat menggunakan APAR, ini bisa menyebabkan risiko kecil maupun besar. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan dalam menggunakan APAR adalah sebagai berikut:
1. Membawa APAR dengan Cara Dijinjing

Saat mengambil alat pemadam kebakaran, biasanya dibawa dengan cara menenteng. Nah, cara menggunakan APAR seperti ini akan membuat kita kelelahan. Terutama jika jarak antara posisi APAR dengan sumber api cukup jauh.
Ditambah lagi kalau kalau tabung yang dibawa memiliki berat 6 kg ke atas. Terus, bagaimana dengan tabung APAR yang berisi media CO2 (karbon dioksida) dengan kapasitas 6,8 kg yang bentuk silindernya panjang?
Anda yang memiliki tinggi badan 160 cm akan kesulitan jika membawa APAR CO2 6,8 kg dengan cara ditenteng. Pada akhirnya yang sering juga terjadi adalah APAR CO2 di bawa dengan cara diseret.
Teknik pembawaan APAR seperti ini sangat tidak disarankan. Kenapa? Karena itu akan akan sangat menghambat mobilitas. Ketika Anda berjalan cepat atau bahkan berlari, tabung akan berbenturan dengan lutut.

Nah, gambar di atas merupakan contoh pembawaan APAR yang benar dan efektif. Karena mobilitas menjadi lebih mudah dan APAR tidak terasa berat. Sehingga proses pemadaman kebakaran bisa berjalan lebih efektif.
Jadi, pastikan Anda membawa APAR ke lokasi kebakaran dengan cara dipanggul. Cara ini akan membantu Anda untuk mengehmat enegri, terutama jika APAR yang dibawa memiliki ukuran yang besar.
2. Menekan Tuas Saat Mebuka Segel APAR

Kesalahan berikutnya yang sering dilakukan oleh orang-orang saat menggunakan APAR adalah pada saat membuka segel. Jika caranya salah, segel akan sulit dibuka, sehingga akan memperlambat proses pemadaman api.
Padahal, segel adalah kunci penting agar APAR bisa digunakan. Tanpa membuka segel atau safety pin, maka media di dalam tabung APAR tidak bsia keluar. Terus, bagaimana cara membuka pin safety yang benar?

Kesalahan yang sering terjadi adalah saat Anda menarik segel, posisi tangan menggenggam tuas sampai pin segel terjepit. Dalam kondisi seperti ini, tentu segel menjadi sulit dilepas dan APAR tidak bisa digunakan.
Nah, cara membuka segel yang benar adalah dengan memegang salah satu tuas saja. Jangan menekan kedua tuas APAR secara bersamaan. Dengan cara ini, segel akan lebih mudah dilepas atau ditarik saat darurat.
3. Memegang Bagian Pangkal/Tengah Selang APAR

Hal penting lain yang harus diperhatikan saat menggunakan APAR adalah saat memegang selang APAR. Karena tekanan APAR mencapai 13 bar, maka selang akan bergerak kesana kemari tidak tentu arah.
Selang yang tidak terarah akan menyebabkan media pemadam tidak dapat memadamkan api secara efektif. Sebab, media pemadam akan tersebar dan tidak fokus pada titik api, sehingga api sulit dipadamkan.

Cara yang benar adalah dengan memegang bagian ujung selang APAR. Kemudian, arahkan ke posisi sumber api. Cara ini memungkinkan media APAR yang keluar dari selang bisa langsung mengenai titik api.
Pastikan untuk memegang nozzle atau ujung selang APAR dengan kuat. Arahkan nozzle dari kanan ke kiri atau sebaliknya agar media APAR tersebar merata ke seluruh titik api, sehingga cepat padam.
4. Menyemprotkan Media APAR Sedikit Demi Sedikit
Biasanya, pada saat mengeksekusi kebakaran, orang-orang akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghemat media agar tidak cepat habis dengan cara menekan tuas sedikit demi sedikit. Cara itu salah!
Justru, Anda harus menekan tuas sampai penuh, terus-menerus, sampai api benar-benar padam. Tenang, karena media APAR bisa diisi ulang. Jadi, tidak perlu khawatir saat media APAR habis.
Jika media APAR dikeluarkan sedikit demi sedikit, hal ini bisa mengurangi efektivitas pemadamannya. Agar pemadaman api bisa lebih cepat, tekan tuas APAR secara maksimal untuk mengeluarkan seluruh isi medianya.
Baca juga: Jenis Media Pemadam Api dan APAR yang Tepat untuk Menangani
Mau Lebih Jago Pakai APAR Sesuai Standar? Yuk, Training APAR Sama Ahlinya!
Memproteksi gedung dan aset dengan APAR saja belum cukup. Karyawan atau orang-orang yang ada di dalam gedung juga harus bisa memakai APAR dengan benar sesuai standar agar bisa mengatasi kebakaran secepatnya.
Nah, apakah karyawan di perusahaan Anda sudah tahu bagaimana cara menggunakan APAR sesuai standar? Kalau belum, ada baiknya untuk mengadakan pelatihan menggunakan APAR atau Training APAR.
Bromindo siap membantu Anda dengan memberikan layanan fire training. Semua peralatan dan kebutuhan pelatihan APAR kan kami sediakan, jadi Anda hanya tinggal menyiapkan tempat untuk training saja.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang sistem proteksi kebakaran, kami telah banyak memberikan pelatihan APAR kepada berbagai instansi dan perusahaan. Beberapa diantaranya yaitu:
- RS Columbia Asia Semarang
- Akpol – JCLEC (Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation)
- PT Kievit Indonesia
- Indosat Ooredoo Semarang
- PT Permata Putera Mandiri Papua
- BII Maybank Semarang
- SPBE RBEP Pati
- Eastparc Hotel Yogyakarta
- Dan masih banyak lagi
Pelatihan APAR dari Bromindo akan dipandu langsung oleh teknisi yang ahli di bidang alat pemadam api. Jadi, kegiatan training APAR dijamin aman dan berlangsung sesuai standar, sehingga berjalan optimal.
Nah, kalau perusahaan atau instansi Anda ingin mengadakan fire training untuk para karyawan, langsung saja hubungi kontak kami. Bromindo siap membantu Anda agar semakin akan dari risiko kebakaran.


























Oooh. Pegang selang pada bagian ujung selang APAR.