Fire Fighting Pump

Fire Fighting Pump sebagai pompa Hydrant

Fire Fighting PumpSebuah Fire Fighting Pump atau sering disebut pompa kebakaran adalah pompa yang mengalirkan atau menjaga tekanan air yang menjadi bagian dari jaringan instalasi fire hydrant dan fire sprinkle. Tenaga dari pompa berasal dari energi listrik, diesel, atau yang sudah jarang ditemukan berasal dari energi uap. Asupan pompa bisa berasal dari tandon air (reservoir) dalam tanah yang sengaja dibuat sebagai tampungan air untuk system hydrant. Atau sumber air statis seperti tangki, waduk, danau dan sebagainya. Pompa ini memberikan tekanan pada sistem hydrant maupun sprinkle dengan perputaran turbin pada badan pompa. Pemasangan pipa harus dilakukan sedemikian rupa, sehingga memudahkan dalam inspeksi dan maintenance. Hal ini sangat penting sehingga tidak perlu melakukan pembongkaran besar saat dilakukan perbaikan dan pemeliharaan pompa serta jaringan pemipaannya.

Standar Internasional Fire Fighting Pump

Sebuah Fire Fighting Pump kebakaran diuji dan terdaftar untuk penggunaan secara khusus sebagai perangkat untuk pemadam kebakaran. Pengujian ini dilakukan oleh badan pihak ketiga seperti UL (Underwriters Laboratories) sebuah badan organisasi keamanan kerja yang berpusat di Northbrook, Illinois. Sejak 1894 membuat standart sertifikasi, validasi, testing, inspeksi, audit, dan training keamanan peralatan dan komponen elektrik. Kode utama yang mengatur dan sering digunakan saat instalasi pompa kebakaran adalah NFPA 20 (National Fire Protection Association) standart untuk instalasi pompa kebakaran untuk fire protection.

Pengoperasian Fire Fighting Pump

Operasi Fire Fighting Pump umumnya didukung oleh motor listrik atau tenaga diesel. Fungsi pompa listrik bekerja dengan baik jika saat terjadi kebakaran listrik masih menyala. Namun jika listrik padam, maka tugas utama sebagai alat yang mensupply air ke jaringan hydrant atau sprinkle dan menjaga tekanan berada di batas umum akan digantikan dengan pompa diesel secara otomatis. Tekanan air akan turun jika terjadi pengeluaran melalui hydrant pillar atau valve lain. Tekanan air juga akan turun secara signifikan ke ambang batas jika sprinkle terbuka secara bertahap mengalirkan air pada tempat-tempat yang sudah terdeteksi api. Padahal dalam sebuah instalasi fire hydrant, sangat penting untuk menjaga tekanan air tersebut. Apalagi jika bangunan yang diproteksi adalah tempat yang tinggi, dan mempunyai beberapa lantai. Gerakan air keatas tentunya bertolak belakang dengan gaya gravitasi yang terjadi sehingga memang tekanan yang harus dihasilkan pompa lebih besar.

Leave a Comment