Gas Pemadam Api

Gas Pemadam Api

Gas pemadam api yang sering digunakan adalah karbon dioksida (CO2) dan Nitrogen (N2), Gas Pemadam Api media ini memadamkan api dengan cara mendinginkan (cooling) dan menyelimuti (dilusi). Nitrogen sering digunakan sebagai pendorong tepung kimia (powder) pada alat pemadam kebakaran, atau bisa juga dilarutkan dalam BCF. Sedangkan gas karbon dioksida dapat digunakan secara langsung sebagai media pemadam api. Fungsi CO2 akan menggantikan oksigen yang ada di dalam area api, sehingga api cepat padam dan menghindari api timbul kembali. Dalam pemakaian alat pemadam kebakaran, CO2 disimpan pada tabung yang memiliki tekanan yang besarnya antara 1000 – 1200 psi (80 atm).Gas Pemadam Api

Gas Pemadam Api yang sering dipakai

Karbon dioksida terbentuk dari senyawa yang terdiri dari 1 atom karbon dan 2 atom oksigen, gas ini dapat mudah dihasilkan oleh kegiatan manusia seperti dalam proses bernafas. Manusia menghirup oksigen selanjutnya terjadi proses perubahan oleh paru-paru menjadi karbon dioksida. Gas Pemadam Api karbon dioksida memiliki sifat lebih berat massanya dari udara, dan seperti sifat gas – gas lainnya, karbon dioksida tidak menghantarkan listrik, tidak memiliki bau, juga tidak meninggalkan residu atau bekas setelah pemakaian. Manfaat – manfaat yang ada jika menggunakan gas untuk memadamkan api adalah:

Manfaat Gas Pemadam Api

  • Sifat Gas Pemadam Api tidak merusak, memiliki daya guna yang bersih dan efektif.

  • Bahan gas sangat cocok digunakan untuk kebakaran tipe B (media yang terbakar berbentuk cairan seperti minyak, bensin, oli, lemak , dan sebagainya) dan tipe C (atau sering disebut juga kebakaran dari listrik, media yang terbakar seperti akibat konsleting, kebocoran listrik, peralatan elektronik, kabel-kabel dan lainnya)

  • Karena dapat dengan cepat memadamkan api sehingga cocok untuk ditempatkan dimana saja seperti kantor, laboratorium medis, ruang genset, ruang server dan lain sebagainya.

  • Gas Pemadam Api Karbon dioksida (CO2) dapat menyerap panas yang terjadi saat kebakaran api sekaligus mendinginkan suhu di area tersebut.

  • Konstruksi tabung biasanya dirancang khusus lebih tebal karena untuk menahan tekanan yang tinggi, perlengkapan yang ada adalah selang yang lebih panjang dari alat pemadam dengan media lain, serta nozzle lebih lebar seperti corong untuk memudahkan dalam mengarahkan ke sumber api serta melindungi tangan petugas dari dingin.

  • Gas pemadam api tidak berbahaya bagi manusia, jika saat penggunaan di ruang tertutup sebaiknya setelah bahan dalam tabung habis segera meninggalkan lokasi karena oksigen dalam area kebakaran menipis. Efeknya manusia pusing, sulit bernafas dan bahkan pingsan.

Leave a Comment