Impeler pada Fire Pump

impeler-fire-pump

Fire pump dapat dikiaskan sebagai jantung dari mobil kebakaran. Mobil pemadam kebakaran tanpa pompa adalah seperti sebuah kendaraan yang membawa alat-alat pemadaman lengkap namun tidak dapat memadamkan api, sia sia, bukan? Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa fire pump merupakan komponen yang sangat penting pada mobil kebakaran. Jika fire pump dikiaskan sebagai jantungnya mobil kebakaran maka dapat dikiaskan pula, impeler adalah jantungnya fire pump. Impeler merupakan batang pengaduk yang bekerja berdasarkan rotasi. Impeler mengantarkan air menuju nozzle pada tekanan yang tepat. Hal yang paling krusial pada impeler adalah rancangan yang optimum terhadap efisiensi dan ukuran panjang impeler.

Pemilihan Fire Pump yang tepat

Ketika memilih kapasitas pompa, ukuran merupakan hal yang perlu diperhatikan. The National Fire Protection Association (NFPA)–1901 Standard for Automotive Fire Apparatus menyatakan bahwa pompa dapat mengalir dengan kapasitas tekanan 150 psi, 70% dari kapaistas 200 psi dan 50% dati kapasitas 250 psi. Semua pompa yang dijual di US (semua kota) akan mengikuti NFPA 1901 namun mereka tidak dapat merancang pompa hingga mencapai operasi yang efisien pada performance yang dibutuhkan.Contohnya, api yang kecil mungkin hanya membutuhkan 60 gpm pada 125 psi namun yang dirancang lebih besar dari kapasitas yang dibutuhkan. Secara umum, semakin besar kapasitas pompa, semakin tidak efisien pompa dan semakin rendah aliran. Jadi lebih besar tidak lebih baik. Pilihlah ukuran pompa dengan bijak sesuai dengan kebutuhan anda.

Penggunaan pompa multi stage terdiri dari aliran tinggi dan rendah, pemilihan dapat dilakukan berdasarkan kemampuan operator memilih mode pemadam kebakaran yang tepat terhadap waktu (volume dan tekanan). Kapasitas dan jumlah stage telah disebutkan diatas, faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah lama pemakaian. setiap pompa yang dijual adalah harus sesuai dengan NFPA 1901, dalam dokumen tersebut menyatakan setiap pompa baru mengikuti tes pompa.

Impeler sebagai jangtung dalam Fire Pump

Trik untuk mengurangi jumlah air adalah dengan membuat aliran bypass pada impeler. Seluruh pompa melakukan ini dengan menambahkna cincin pada impeler yang ukurannya beberapa inci dari imepeler. Air yang telah di-bypass akan dipaksa untuk mengalir diantara cincin dan impeler. Semakin kecil jarak antara impeler dan cincin maka semakin kecil air yang dapat di bypass oleh impeler dan semakin efiesen pompa tersebut. Tidak masalah seberapa murni air yang meninggalkan nozzle, pasti selalu ada sejumlah pasir, sedimen, mineral dan partikel asing didalamnya walau hanya 0,000001%. Sepanjang waktu, pasir dan partikel lain dalam air dapat dipisahkan menjadi bagian lain dari fire pump.

Lamanya umur dari pompa tergantung dari jumlah pasir dan mineral lain dalam air yang masuk ke pompa, seberapa sering pompa digunakan dan kondisi tekanan yang digunakan. Mineral dan pasir apabila terus menerus maka akan membentuk scale pada pompa menyebabkan korosi dan kerusakan pada pompa. Jadi, dari sudut rancangan, kita harus melakukan sesuatu yang dapat mengurangi pemakaian di area ini Pertama, kita dapat membatasi jumlah air yang mengandung pasir mengalir diantaraimpeler dan cincin. Impeler/cincin juga dirancang dengan ketebatasan jumlah air yang mengalir diantara dua bagian tersebut. Kedua, adalah mengurangi jumlah pemakaian yang terjadi di daerah krusial dengan menggunakan material yang tahan terhadap kondisi ekstrim. Hampir semua impeler dan cincin terbuat dari perunggu dan aluminum karena merupakan bahan yang tahan terhadap korosi. Namun sayang, bahan ini bersifat lembut dan tidak tahan terhadap “sandblasting” atau serangan pasir yang terjadi saat memompa.

 

Leave a Comment