Perawatan Fire Hydrant

Perawatan Fire Hydrant Rutin Dilakukan

perawatan fire hydrantPerawatan fire hydrant sangat penting dilakukan secara rutin. hal ini untuk memastikan bahwa semua perangkat dalam system instalasi fire hydrant dapat bekerja dengan baik. perawatan hydrant ini juga harus dilakukan oleh orang yang benar – benar berkompeten di bidangnya. jangan sampai nanti setelah masa perawatan fire hydrant selesai justru system tidak dapat bekerja. Perawatan Fire Hydrant ini wajib dilakukan secara berkala sebagai upaya dalam persiapan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran jaringan instalasi akan siap digunakan dengan keadaan optimal. perawatan yang dapat dilakukan sebagai berikut:

Jenis Perawatan Fire Hydrant

Memastikan semua output pengeluaran air dari system fire hydrant seperti hydrant pillar dan hydrant box tidak terhalang oleh benda-benda yang dapat menyulitkan petugas saat bekerja memadamkan api, untuk itu area hydrant sebisa mungkin harus dijaga agar steril.

  • Membuka valve untuk memastikan kran dapat difungsikan dengan baik, jika ada kerusakan dalam valve sebaiknya diganti dengan komponen yang baru secepatnya. Setelah semua valve dapat berfungsi dengan normal, pasang valve ke tempat semula dengan rapat.

  • Pasang semua perangkat, hidupkan pompa dan lakukan simulasi dengan mengalirkan air ke system hydrant. Pastikan semua komponen berfungsi dengan baik. Selang, nozzle, valve, dan sambungan – sambungan lainnya dari kebocoran. Jika terjadi kebocoran, segera lakukan penambalan atau mengganti komponen tersebut. Cek lagi setelah komponen diganti masih bocor atau tidak. perawatan fire hydrant terhadap kebocoran merupakan hal yang utama dan tidak bisa ditinggalkan. karena jika terjadi kebocoran, aliran air yang keluar dari tandon sampai ke ujung nozzle kapasitas dan tekanannya akan berkurang setiap waktu

  • Setelah melalui tahap testing kebocoran, lakukan flushing system hydrant. Fungsinya adalah agar tidak terjadi endapan lumpur di dalam tandon, pompa, atau komponen lainnya. Yang bisa menyebabkan aliran dalam instalasi system hydrant tidak bekerja dengan maksimal.

  • Catat semua hasil perawatan fire hydrant, pastikan semua masalah yang ada dapat diperbaiki dengan baik.

Kesalahan dalam Perawatan Fire Hydrant

Air dalam instalasi fire hydrant bergerak dengan tekanan yang konstan, artinya memang harus hati-hati dalam setiap waktu saat menggunakan. Contoh yang salah dan sering dilakukan adalah saat terjadi kebakaran, orang – orang di area tersebut panik dan membuka valve untuk saluran hydrant terlalu cepat. Hal ini tidak dibenarkan, karena membuka aliran air terlalu cepat justru menyulitkan petugas yang memegang nozzle untuk mengendalikan arah air. Jika pondasi kaki petugas tersebut kurang kuat, maka bisa terpental karena tekanan air yang ditimbulkan pompa sangat kuat. Untuk itu selain perawatan fire hydrant yang harus rutin dilakukan, basic training tentang cara penggunaan peralatan hydrant juga harus dilakukan untuk petugas pemadam api dan orang-orang sekitar instalasi.

Leave a Comment