Bagaimana Sistematika Kerja Pompa Hydrant? Ini Penjelasannya

Pompa hydrant digunakan untuk memompa air dari ground tank ke sistem hydrant yang digunakan untuk pemadaman kebakaran. Sistematika kerja pompa hydrant ternyata melibatkan tiga jenis pompa sekaligus yang masing-masing punya peran penting.

Fire hydrant system dapat bekerja dengan efektif jika ketiga jenis pompa berada dalam kondisi yang baik. Oleh karena itu, tiga jenis pompa hydrant harus selalu dalam kondisi siap siaga agar fire hydrant bisa bekerja optimal. Lalu, apa saja jenis pompa hydrant tersebut?

Apa Saja Jenis Pompa Hydrant Pemadam Kebakaran?

Dalam instalasi fire hydrant, terdapat beberapa pompa yang saling bekerjasama dalam upaya pemadaman kebakaran. Masing-masing pompa hydrant tersebut memegang peran penting. Sistematika kerja pompa hydrant melibatkan beberapa jenis fire pump berikut ini:

1. Electric Pump

sistematika kerja pompa hydrant dan fungsi electrical pump

Pompa kebakaran elektrik atau electric pump berfungsi untuk memompa air dari sumber air (ground tank) ke sistem perpipaan hydrant. Peran electric pump sangat penting karena dalam situasi darurat diperlukan pasokan air yang cukup dengan tekanan memadai.

Dalam sistematika kerja pompa hydrant, electric pump juga membantu menjaga tekanan air yang memadai dalam sistem pipa hydrant. Tekanan air yang cukup sangat diperlukan untuk memastikan bahwa semprotan air dari hose atau nozzle bisa mencapai area api dengan kekuatan yang cukup.

2. Diesel Pump

Diesel pump dikenal juga sebagai backup pump berfungsi sebagai sumber daya cadangan untuk memompa pasokan air ke sistem pipa pemadam kebakaran. Jenis pompa hydrant ini dapat diandalkan jika pasokan listrik utama dalam sistematika kerja pompa hydrant terganggu selama kebakaran.

Pompa kebakaran diesel menggunakan bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan untuk memompa air ke sistem hydrant. Ketika terjadi risiko pemadaman listrik dan electric pump mati, diesel pump akan memastikan pasokan air tetap tersedia.

3. Jockey Pump

sistematika kerja pompa hydrant jenis jockey pump

Jockey pump adalah jenis pompa hydrant yang bertanggung jawab untuk menjaga tekanan air agar tetap konstan di dalam sistem pipa hydrant. Dalam sistematika kerja pompa hydrant, tekanan di dalam sistem hydrant bisa menurun, misalnya akibat adanya kebocoran kecil.

Jika tekanan menurun, jockey pump secara berkala akan mengisi ulang air dan mempertahankan tekanan di dalam sistem. Jockey pump akan membantu mengurangi beban electric pump dengan menjaga tekanan tetap konstan sepanjang waktu.

Ketika electric pump diaktifkan saat terjadi keadaan darurat, maka tidak perlu mengatasi perubahan tekanan air yang drastis. Sistematika kerja pompa hydrant ini akan membuat electric pump lebih fokus untuk menyediakan pasokan air yang cukup untuk pemadaman api.

Punya Peran Penting, Begini Sistematika Kerja Pompa Hydrant

sistematika kerja pompa hydrant agar berfungsi optimal

Sistematika kerja pompa hydrant memerlukan tekanan air yang memadai untuk memastikan aliran air yang cukup kuat agar mampu mencapai jarak dengan titik api. Dalam hal ini, jockey pump bertugas untuk mempertahankan tekanan air agar sesuai standar.

Penurunan tekanan air bisa terjadi pada sistem hydrant. Kondisi ini bisa disebabkan karena pemadaman air, pemakaian air yang tinggi, atau kondisi lainnya. Jika tekanan turun di bawah batas, jockey pump akan aktif untuk menstabilkan tekanan air di dalam pipa hydrant.

Sistematika kerja pompa hydrant dilengkapi dengan control panel. Alat ini bisa mendeteksi perubahan tekanan di dalam system hydrant. Jika tekanan air terus menurun sampai di bawah standar, maka electric pump akan aktif dan jockey pump akan berhenti otomatis.

Electric pump dipasang pada fire hydrant system sebagai pompa utama untuk mendistribusikan air dari tandon air ke hydrant pillar. Jika tekanan air turun melebihi ambang batas, maka electric pump akan aktif untuk meningkatkan tekanan air dalam pipa hydrant.

Jika electric pump tidak berjalan akibat listrik mati atau pemadaman listrik, maka setelah 10 detik kemudian diesel pump sebagai pompa cadangan akan aktif otomatis. Diesel pump akan bekerja menggantikan electric pump yang mati karena tidak ada sumber listrik.

Namun, jika kedua sistematika kerja pompa hydrant tersebut gagal hidup akibat masalah teknis, seperti mati listrik dan kehabisan bahan bakar, maka alarm akan berbunyi. Alarm yang dipasang pada instalasi fire hydrant akan segera berbunyi untuk memberikan peringatan.

Bunyi alarm pada situasi seperti ini berbeda dengan bunyi alarm biasanya. Alarm akan berbunyi dengan nada yang berbeda. Tujuannya adalah untuk memberitahu kepada operator akan adanya gangguan pada pompa fire hydrant.

Dengan adanya bunyi alarm tersebut, maka operator atau petugas keamanan yang bertugas bisa segera melakukan upaya lanjutan. Misalnya dengan melakukan pemadaman kebakaran dengan APAR jika memungkinkan dan menghubungi dinas pemadam kebakaran.

Baca juga: Jenis Fire Hydrant Equipment dan Fungsinya

Alat Pendukung Sistematika Kerja Pompa Hydrant & Fungsinya

peralatan sistematika kerja pompa hydrant standar nfpa

Untuk mendukung sistematika kerja pompa hydrant agar bisa bekerja optimal, dibutuhkan beberapa komponen atau peralatan yang berperan penting. Lalu, apa saja alat-alat tersebut? Beberapa alat yang mendukung kinerja pompa hydrant adalah sebagai berikut:

  • Pressure switch: sensor yang terhubung dengan sistematika kerja pompa hydrant dan akan mengaktifkan pompa utama saat tekanan di dalam sistem turun di bawah level tertentu.
  • Manometer: alat yang berfungsi untuk mengukur dan membaca tekanan air pada instalasi fire hydrant.
  • Time delay relay: komponen yang berfungsi untuk memberikan penundaan dalam pengaktifan atau penghentian aksi tertentu dalam sistem hydrant. Fungsi ini penting untuk menghindari operasi yang tidak perlu dan mencegah fluktuasi tekanan.
  • Safety valve: katup yang digunakan untuk mengalirkan air bertekanan dari sistematika kerja pompa hydrant. Alat ini dirancang untuk membuka dan melepaskan tekanan berlebih dari sistem yang bisa menyebabkan kerusakan pada pipa dan pompa.
  • Pressure Reducing Valve (PRV): berfungsi untuk mengurangi tekanan air yang masuk dari sumber utama ke tekanan yang sesuai serta aman untuk operasi pemadaman kebakaran.
  • Fire Hose Cabinet (FHC): sebuah box hydrant yang berfungsi untuk memancarkan air melalui hose dan nozzle. Alat ini dipasang pada setiap lantai sebanyak 1 FHC untuk setiap kelipatan 800 m2.

Kontraktor Fire Hydrant Teknisi Berpengalaman Standar NFPA

sistematika kerja pompa hydrant optimal dengan teknisi profesional

Lagi cari solusi untuk melindungi gedung dan aset berharga dari kebakaran? PT Bromindo Mekar Mitra adalah kontraktor fire hydrant yang siap memberikan pelayanan terbaik dalam merancang, memasang, dan menjaga sistem pemadam kebakaran di gedung Anda.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, kami memiliki pengetahuan mendalam dalam merancang dan mengimplementasikan sistematika kerja pompa hydrant sesuai kebutuhan klien. Tim kami terdiri dari para ahli yang memiliki sertifikasi dan member resmi NFPA.

Setiap gedung memiliki kebutuhan sistem pemadam kebakaran yang berbeda. Kami siap bekerjasama dengan Anda untuk merancang solusi yang tepat. Sesuai dengan lingkungan, ukuran bangunan, dan risiko kebakaran yang Anda hadapi.

Kami hanya menggunakan peralatan dan material terbaik yang berkualitas tinggi dalam setiap proyek. Hal ini akan memastikan bahwa sistematika kerja pompa hydrant yang kami pasang akan bekerja optimal pada saat dibutuhkan.

Bromindo berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik pada semua proyek yang kami tangani. Pastikan sistematika kerja pompa hydrant Anda optimal dengan ditangani oleh teknisi yang profesional. Hubungi kontak kami untuk konsultasi gratis.

Recommended Posts

Leave a Comment

0