Abort Switch Fire Alarm

Abort Switch fire alarm systemBerbicara mengenai sistem kebakaran tentu saja tidak akan terlepas dari fire alarm termasuk di dalamnya unit Abort Switch Fire Alarm. Sistem ini sendiri merupakan sebuah instalasi sistem yang terdiri dari beberapa komponen/bagian yang bekerja secara bersama sama dan saling melengkapi untuk memberikan peringatan apabila terdeteksi tanda tanda kebakaran melalui detektor detektor yang terpasang. Peringatan akan adanya bahaya kebakaran berupa audio dan visual alarm ini dapat aktif dari sinyal detektor panas, asap, percikan api maupun dari gas. Alarm juga dapat diaktifkan secara manual menggunakan manual call point atau pull station.

Adapula bagian bagian dari fire alarm adalah sebagai berikut:

      Fire alarm kontrol panel komponen ini adalah komponen utama yang memonitor input dan integritas sistem serta mengontrol output dan relay informasi.
      Primery power suplay komponen ini pada umumnya tidak menggunakan switch on – off dengan daya 120 atau 240 volt dan dipasok dari instalasi listrik gedung.
      Secondary power suplay komponen ini biasanya mendapatkan tenaga dari baterai dan alat penyimpan tegangan lain dan juga daluran dari generator untuk memberikan tenaga/daya apabila terjadi kegagalan daya dari suplay tenaga utama.
      Initiating device komponen ini bertindak sebagai input ke unit kontrol alarm seperti boks kaca fire alarm, pull station (manual), detektor asap dan detektor api (otomatis), alat ini dapat diaktifkan secara manual ataupun otomatis.
      Notification appliance komponen ini berfungsi untuk memberikan peringatan atau tanda terhadap petugas maupun orang umum akan adanya bahaya kebakaran baik visual berupa lampu maupun audio berupa sirine atau bel.

Fire alarm dapat di integrasikan dengan banyak system pemadam sekaligus, misalkan FM-200, Fire Sprinkler dan suppression system lainnya. Apabila initiating device baik itu manual seperti pull station maupun otomatis seperti smoke detector aktif karena adanya tanda tanda kebakaran, mereka akan mengirimkan informasi ke fire alarm kontrol panel yang sudah terhubung dengan system pemadam seperti yang disebutkan tadi, maka kontrol panel akan mengaktifkan katup solenoid yang sudah terpasang pada system pemadam yang kemudian system pemadam ini akan melepaskan agen pemadam kebakaran pada lokasi/zona dimana manual pull station atau detector aktif. Bersamaan dengan itu kontrol panel juga akan menghidupkan notification appliance baik itu visual berupa informasi zona atau titik kebakaran dan audio berupa alarm ataupun ring bell.

Fungsi Abort Switch Fire Alarm

Fungsi abort switch fire alarm adalah menghentikan agen pemadam kebakaran yang telah dirilis/dilepaskan karna sebuah kesalahan sistem yang dapat merusak peralatan yang dilindungi atau menyebabkan kerugian biaya akibat pemakaian agen yang sia sia. Apabila detektor mengirimkan informasi titik kebakaran ke kontrol panel maka secara otomatis kontrol panel akan melepaskan agen pemadam kebakaran di zona tersebut. Dan apabila petugas mengetahui bahwa itu hanyalah alarm palsu/kegagalan sistem maka petugas harus segera mematikan agen pemadam yang dilepaskan oleh kontrol panel agar peralatan/barang yang ada dirungan tersebut tidak rusak terkena agen pemadam cair, foam atau bubuk kimia kering. Selain itu kerugian biaya akibat pembersihan bekas agen pemadam serta pengisian ulang agen pemadam kebakaran dapat diminimalisir.

Penempatan Abort Switch Fire Alarm

Pada Umumnya Abort Switch Fire Alarm di tempatkan pada lokasi yang mudah di jangkau, kebutuhan untuk komponen ini bisa lebih dari 1 unit tergantung jumlah zona yang terinstal, seharusnya 1 zona pada system fire alarm harus ada 1 unit abort switch. Penempatan yang paling lazim kita adalah di deket pintu akses masuk sebuah ruangan yang terproteksi. Ketika seseorang melihat sebuah kebakaran switch ini bisa segera di aktifkan. Begitu sebaliknya switch ini juga untuk membatalkan system pemadam yang terintregrasi yang di program menggunakan waktu mundur. Seperti contoh: alarm berbunyi dari zona 1 yang di proteksi dengan Gas suppression system setelah dilakukan pengecekan ternyata tidak ada asap/api di lokasi tersebut. Jadi, kemungkinan detector yang terpasang di area tersebut fals. Jika, hal ini terjadi makan sesegera mungkin anda menekan tombol abort switch supaya kerja gass suppression di batalkan.

Leave a Comment