Klasifikasi Alat Pemadam Api Ringan

Klasifikasi Alat Pemadam Api Ringan merupakan satu hal yang perlu dipahami dengan baik.

Alat pemadam kebakaran portable diklasifikasikan untuk menunjukkan kemampuan alat pemadam api dalam menangani kelas kebakaran tertentu dengan ukuran besar kecilnya kebakaran.

klasifikasi alat pemadam api ringan label

Label yang tertera pada alat pemadam api menunjukkan kelas dan kemampuan alat pemadam api dalam memadamkam kebakaran. Dari label tersebut Anda bisa mengetahui fungsi alat pemadam api sesuai dengan risiko kebakarannya

 

Pilih Klasifikasi Alat Pemadam Api Ringan Sesuai Kelas Kebakaran

Klasifikasi alat pemadam api ringan dapat dibedakan sesuai kelas kebakaran yang mampu ditanganinya.

Kelas kebakaran yaitu potensi risiko kebakaran berdasarkan bahan bakar pemicu api.

Untuk mengatasinya diciptakanlah media pemadam dengan fungsi dan jenis yang berbeda. Masing-masing media pemadam memiliki kemampuan khusus menghadapi suatu kelas kebakaran.

Berikut adalah klasifikasi kelas kebakaran yang ada di Indonesia:

klasifikasi alat pemadam api kelas a

Kebakaran Kelas A

Benda padat yang mudah terbakar seperti kayu, kain, dan kertas.

ikon-kebakaran-kelas-b

Kebakaran Kelas B

Zat cair yang mudah terbakar seperti bensin, thinner, cat, solar.

klasifikasi alat pemadam api kelas b

Kebakaran Kelas C

Diakibatkan oleh peralatan listrik atau elektrikal.

klasifikasi alat pemadam api kelas d

Kebakaran Kelas D

Kebakaran logam seperti magnesium, titanium, zirkonium, sodium, dan potasium.

Klasifikasi Alat Pemadam Api Ringan biasanya tertera pada tabung pemadam api. Hal ini untuk memudahkan dalam mengidentifikasi kemampuan alat pemadam api ringan yang Anda beli.

 

Bagaimana Jika Salah Memilih Klasifikasi Alat Pemadam Api Ringan?

Dalam membeli tabung pemadam tanda ini sangat perlu untuk diperhatikan agar Anda tidak salah memilih.

Jika Anda salah membeli alat pemadam api ringan dapat berakibat kurang maksimalnya alat dalam memadamkan kebakaran karena klasifikasi tabung pemadam kebakaran tidak sesuai dengan dengan risiko kebakaran yang ada.

Sebagai contoh di beberapa tempat pada saat kami melakukan pengecekan tabung pemadam api sering didapati alat pemadam api ringan dengan media foam ditempatkan pada ruang panel.

Hal ini sangat membahayakan bagi pengguna alat pemadam api ringan tersebut manakala kebakaran terjadi.

Mengapa demikian?

Pada dasarnya media alat pemadam api ringan foam memliki kandungan air sebesar 94% adalah air dan 6% nya adalah foam (biang foam). Karena air merupakan penghantar listrik yang baik, risiko bagi pengguna alat pemadam api ringan tersebut akan sangat rentan tersengat aliran listrik yang akan dipadamkan.

Untuk proteksi ruang panel sebaiknya menggunakan alat pemadam api ringan dengan media pemadam yang kering dan minim residu seperti alat pemadam api ringan dengan media CO2 (karbon dioksida).

Hal inilah yang perlu Anda perhatikan dalam menentukan dan membeli alat pemadam api ringan. Hendaknya Anda harus dapat lebih memahami Klasifikasi Alat Pemadam Api Ringan yang akan Anda beli.

klasfikasi alat pemadam api ringan

Leave a Comment