Lokasi dan Penempatan APAR Sesuai Standar NFPA 10

Lokasi dan Penempatan APAR yang Benar Sesuai Standar NFPA 10

Syarat lokasi dan penempatan alat pemadam kebakaran dijelaskan secara rinci dalam NFPA 10 Tentang Standar untuk Alat Pemadam Api Portable. Standar ini membahas lokasi mana saja yang harus diproteksi dengan APAR dan bagaimana cara penempatan  APAR yang benar.

Jenis Hunian yang Harus Diproteksi dengan Alat Pemadam Api

lokasi dan penempatan APAR sesuai standar NFPAStandar NFPA 10 menguraikan tentang jenis hunian yang harus diproteksi dengan alat pemadam api serta lokasi penempatan APAR yang benar. Jenis-jenis hunian yang harus dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran menurut standar NFPA 10 adalah sebagai berikut:

  • Hotel
  • Asrama
  • Apartemen
  • Pendidikan
  • Industri
  • Bisnis
  • Majelis
  • Perdagangan
  • Tempat penyimpanan
  • Penginapan dan kamar
  • Perawatan kesehatan
  • Hunian di struktur khusus
  • Pelayanan kesehatan rawat jalan
  • Tahanan dan kemasyarakatan
  • Sarana pengasuhan anak/day care

Dimana dan Bagaimana Seharusnya Alat Pemadam Api Ditempatkan?

lokasi dan penempatan APAR yang benarAlat pemadam api ringan (APAR) harus ditempatkan pada lokasi yang sesuai standar agar lebuh mudah diakses pada saat terjadi kebakaran. Lokasi dan penempatan APAR yang tepat berguna untuk membantu proses pengendalian kebakaran agar lebih cepat sampai regu pemadam kebakaran datang.

Lokasi dan penempatan APAR agar mudah untuk menemukan alat pemadam kebakaran adalah sebagai berikut.

  • Mudah diakses
    Alat pemadam api harus ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau, sehingga bisa cepat diakses jika terjadi kebakaran yang umumnya meliputi jalur perjalanan biasa.
  • Mudah terlihat
    Jika penghalang visual tidak bisa dihindari, maka sangat diperlukan tanda APAR, lampu, atau rambu-rambu untuk membantu menunjukkan lokasi alat pemadam kebakaran berada.

Baca juga: Syarat penempatan APAR menurut Permenakertrans No. 4 Tahun 1980

lokasi dan penempatan APAR yang benarJika alat pemadam api memiliki berat lebih dari 18,14 kg, maka alat pemadam kebakaran tersebut diletakkan pada jarak tidak lebih dari 1,07 meter antara bagian atas tabung alat pemadam api dengan tanah. Sementara untuk bagian bawah APAR disarankan berjarak minimal 102 mm dari tanah.

Untuk alat pemadam api yang memiliki berat kurang dari 18,14 kg, penempatan APAR dilakukan dengan jarak tidak boleh lebih dari 1,51 meter yang dihitung dari bagian atas alat pemadam dengan tanah. Sementara itu, bagian bawahalat pemadam api tersebut setidaknya harus berjarak 102 mm dari tanah.

Syarat penempatan APAR tersebut berlaku untuk jenis alat pemadam api portable yang disimpan dalam box APAR maupun yang tidak disimpan dalam box APAR. Namun, standar ini tidak berlaku untuk jenis alat pemadam api beroda (trolley).

Syarat Lokasi dan Penempatan APAR Kelas A, B, C, D, dan K

lokasi dan penempatan APAR sesuai standar NFPAPenggunaan alat pemadam api portable harus sesuai dengan jenis kebakaran yang sedang terjadi. Ada lima kelas kebakaran yang dapat diproteksi dengan alat pemadam api, yaitu kelas A, B, C, D, dan K. Lokasi dan penempatan APAR berdasarkan kelas kebakaran yang diproteksi adalah sebagai berikut.

Lokasi dan Penempatan APAR Kelas A

lokasi dan penempatan apar kelas AAlat pemadam api kelas A mampu memproteksi area yang di dalamnya terdapat bahan padat mudah terbakar. Kebakaran kelas A dapat disebabkan oleh material seperti kain, karet, kertas, dan kayu. Syarat lokasi dan penempatan APAR kelas A adalah sebagai berikut:

  • Untuk menentukan jumlah minimum alat pemadam api yang dibutuhkan, caranya dengan membagi total luas lantai dengan lantai maksimum yang akan dilindungi per alat pemadam api. 
  • Jarak perjalanan ke lokasi penempatan alat pemadam api tidak boleh lebih dari 22,9 meter.
  • Syarat ukuran dan jarak penempatan APAR kelas A berdasarkan tingkat bahaya kebakaran dijelaskan lebih lengkap pada tabel 6.2.1.1 NFPA 10.

Lokasi dan Penempatan APAR Kelas B

alat pemadam api kelas B Pemadam api kelas B diperlukan untuk memproteksi area yang berpotensi mengalami kebakaran akibat bahan cair dan gas mudah terbakar. Contoh material yang bisa menyebabkan kebakaran kelas B adalah minyak, bensin, cat, pelarut, dll. Standar penempatan APAR kelas B adalah sebagai berikut.

  • Jarak perjalanan ke lokasi penempatan alat pemadam api kelas B tidak boleh lebih dari 9,1 – 15,25 meter, tergantung dari jenis bahaya dan rating alat pemadam api yang digunakan.
  • Tabel 6.3.1.1 NFPA 10 menampilkan informasi lebih lengjao mengenai jarak perjalanan maksimum ke lokasi dan penempatan APAR berdasarkan jenis bahaya kebakaran (rendah, sedang, atau tinggi) serta rating alat pemadam api.

Lokasi dan Penempatan APAR Kelas C

Alat pemadam api kelas CPemadam api kelas C digunakan untuk memproteksi area yang di sekitarnya terdapat instalasi listrik bertegangan. Kebakaran kelas C melibatkan berbagai macam peralatan listrik. Umumnya, kebakaran kelas C disebabkan karena arus pendek listrik atau korsleting listrik.

Baca juga: 

Lokasi dan Penempatan APAR Kelas D

Alat pemadam api kelas DAlat pemadam kebakaran kelas D dibutuhkan untuk memproteksi area yang di dalamnya terdapat benda-benda logam mudah terbakar. Beberapa contoh logam mudah terbakar yang bisa menjadi penyebab terjadinya kebakaran adalah natrium dan magnesium. Lokasi dan penempatan APAR kelas D tidak boleh ditempuh lebih dari 22,9 meter dengan lokasi potensi bahaya.

Lokasi dan Penempatan APAR Kelas K

Alat pemadam api kelas KAPAR kelas K digunakan pada lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran yang melibatkan komponen memasak. Kebakaran ini melibatkan material seperti minyak goreng yang digunakan pada peralatan memasak komersial. Jenis alat pemadam api ini tidak boleh diletakkan lebih dari 9,1 meter dari potensi bahaya.

Itulah syarat lokasi dan penempatan APAR yang disarankan oleh standar NFPA 10. Konsultasikan dengan tim Bromindo untuk menentukan lokasi dan penempatan APAR yang sesuai dengan jenis hunian Anda. Hubungi kontak kami untuk konsultasi!

Recommended Posts

Leave a Comment

0