Fire Safety Security Solutions

Sistem Pengendalian Debu Asap dan Gas Hasil Produksi

Sistem pengendalian debu asap dan gas hasil produksi harus dilakukan secara khusus. Teknis yang paling umum dilakukan adalah dengan memasang alat bantu detektor untuk memantau pencemaran udara. debu, asap dan gas yang tidak dikendalikan akan membuat pencemaran udara semakin kritis menggunakan sistem pengendalian debu asap dan gas hasil produksi.

Gas DetectorDebu, asap dan gas hasil produksi dalam PP No. 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara merupakan limbah karena sifatnya yang sama sekali tidak bermanfaat dan cenderung merugikan. Pengendalian pencemaran udara meliputi pengendalian dari usaha dan/atau kegiatan sumber bergerak, sumber bergerak spesifik, sumber tidak bergerak, dan sumber tidak bergerak spesifik yang dilakukan dengan upaya pengendalian sumber emisi dan/atau sumber gangguan yang bertujuan untuk mencegah turunnya udara ambien. Debu berupa padatan halus, sedangkan gasnya terdiri dari berbagai macam senyawa, seperti belerang oksida, karbon dioksida, karbon monoksida, asam chlorida dan asap yang mudah terbakar. Di bawah ini akan dijelaskan cara menangani pencemaran udara yang dipicu oleh debu, asap dan gas hasil produksi.

Sistem Pengendalian Debu Asap dan Gas Hasil Produksi

Sistem pengendalian debu asap dan gas hasil produksiPengendalian Pencemaran Emisi Cerobong Asap, Ada dua macam pengendalian pencemaran udara, yaitu pengendalian emisi debu dan pengendalian emisi senyawa pencemar. Bagian yang harus dikontrol adalah cerobong dan ventilator. Cerobong menghasilkan isapan ilmiah yang mampu mengalirkan asap dan gas keluar tapi dipasang setinggi mungkin agar tidak mengganggu lingkungan sekitar. Tarikan ini mungkin perlu dimaksimalkan jika tinggi cerobong tidak mampu mengeluarkan asap secara optimal.
Isapan paksa ini bisa ditempuh dengan ventilator. Ada tiga macam, yaitu sistem tarikan isap dimana fan terpasang sebelum cerobong, tarikan tekan dimana fan terpasang sebelum ruang bakar, dan tarikan kombinasi, dimana dua fan terpasang sebelum cerobong dan sebelum ruang bakar.
Selain pengendalian Emisi, Cerobong asap sendiri juga memerlukan proteksi dari bahaya kebakaran yang dapat menimbulkan ledakan, hal ini sering terjadi. Khusus untuk proteksi cerobong asap spark detector GRECON adalah pilihan yang tepat, Perangkat ini akan medeteksi percikan api di dalam cerobong asap, kemudian mentrigger panel multihazard yang di lengkapi dengan fire extinguisher sebagai eksekutor pemadam.
Sedangkan untuk bangunan perkantoran, perpustakaan, laboratorium dan sejenisnya untuk mengendalikan asap dapat menggunakan perangkat smoke detector, alat ini akan mendeteksi keberadaan asap yang mungkin di akibatkan oleh kebakaran.

Pengendalian Gas hasil dan sisa produksi
Amoniak DetectorGas sisa pembakaran atau hasil produksi perlu di kendalikan, gas-gas berbahaya seperti NH3 (Amoniak), Elpigi, Gas H2S dan gas lainnya. Dalam mengendalikan gas tersebut perlu di pasang gas detector yang mampu mendeteksi keberandaan gas berbahaya. Beberapa gas memiliki sifat moderatly toxic, oxidizing (pengoksidasi), bersifat mengiritasi (irritant) dan mudah meledak (explosive) dan mudah terbakar karena perlu penanganan yang tepat. menghindari bahaya kebakaran yang di akibatkan oleh gas selengkapnya bisa di baca di artikel Gas Detektor untuk menghindari Kebakaran Gas, Berbagai macam pengendalian yang ada semua bertujuan untuk mengurangi pencemaran udaran karena asap yang dapat menimbulkan kerugian bagi kesehatan seperti asma, asbestosis dan keracunan maka debu harus terbuang keluar, bukannya menumpuk di dalam ruangan. Semua pabrik atau bangunan industry sebaiknya memiliki pengendalian debu dan asap hasil produksi.

Pengendalian Dengan Pemisahan Debu
Pengendalian debu dan asap hasil produksi juga mencakup pemisahan debu. Debu sebagai materi partikulat memerlukan penanganan tersendiri. Emisi debu bisa dikendalikan dengan alat khusus agar debu bisa terpisah dari aliran gas buang. Alat yang digunakan harus mempertimbangkan aspek ekonomis dan tujuan akhir pengolahan. Secara umum, ada beberapa macam yaitu pemisah Brown, penapisan dan pengendap eletrostatik.
Prinsip kerja alat ini berdasar pada aturan Brown. Alat ini memiliki ukuran dengan kisaran 0.01 hingga 0.05 mikron. Sedangkan proses penapisan menggunakan deretan filter atau penapis yang diklaim mampu menghilangkan debu sampao 0.1 mikron. Susunan filter ini bisa juga dimanfaatkan untuk mengendalikan gas buang yang mengandung debu higroskopik atau minyak.
Pengendap elekstrostatik sebagai salah satu pengendalian debu dan asap hasil produksi merupakan alat yang mengalirkan tegangan tinggi dan dikenakan pada aliran asap dan gas yang berkecepatan rendah. Alat ini menghasilkan getaran yang mampu menghilangkan debu yang menempel. Kelebihan alat pengendap elektrostatik ini adalah debu yang diemisikan kering dengan ukuran kira-kira 0.2 – 0.5 mikron.
Pemisah insersia merupakan alat yang bekerja berdasar pada gaya insersia. Pemisah ini mempergunakan susunan penyekat untuk memisahkan partikel gas dan asap yang saling bertumbukan dengan penyekat. Alat ini sangat baik diaplikasikan pada partikel debu atau asap berukuran sampai 5 mikron.

Bromindo Fire Safety Security Solutions
Bromindo memberi layanan secara komprehensif dari perencanaan hingga perawatan. Solusi cerdas serta produk yang inovatif memberi perlindungan terpercaya untuk menjaga bisnis dan investasi anda.