Tes Pompa Kebakaran

tes pompa kebakaranKetika kebakaran terjadi, lazimnya korban akan menghubungi pihak pemadam kebakaran untuk segera mengatasi keadaan darurat. Pemadam kebakaran selalu bekerja dengan membawa mobil berpasokan air dan selang pemadam. Kebutuhan pasokan air yang digunakan pemadam kebakaran selama proses memadamkan akan secara otomatis tersuplai oleh pompa melalui selang. Dengan adanya pompa, maka kebutuhan air akan terus terpasok hingga batas-batas maksimum yang mampu pompa berikan sampai air dalam tandon habis.

Dalam standar pemadam kebakaran, pompa haruslah terdiri dari pompa utama berjumlah satu bahkan lebih, serta pompa joki atau yang sering disebut Jockey Pump, berjumlah satu. Pompa utama biasanya bertipe Horizontal Split Case, sementara tipe Centrifugal Vertical Multy Stage merupakan tipe untuk Jockey Pump. Tipe untuk Jockey Pump harus memiliki koneksi flange dan komponen yang lengkap seperti: case berupa Cast Iron, Impeller yang berasal dari Bronze, Gland Packing Seal, Heavy Duty jenis Grease Lubricated Bearing dan jenis Steel Shaft, serta komponen lainnya karena Jockey Pump merupakan unit utama pada pompa untuk menghasilkan tekanan pada sistem.

Pompa pemadam kebakaran digerakkan dengan motor pompa yang mendapatkan energi otomatis dari genset. Sementara itu, pompa kebakaran juga harus dilengkapi dengan peralatan berupa Header dan Valve jenis Outlet dan juga Inlet, Safety Release dan Safety Valve pada masing-masing bagian pompa, Check Valve, Inlet Stariner, panel kontrol dan power, Flow Meter bertipe Ventury, Pressure Gauge dan Switch, serta komponen penting lainnya.

Fungsi tes pompa kebakaran

Pompa pemadam kebakaran merupakan komponen yang penting demi meningkatkan tekanan pada suplai air. Demi mencegah terjadinya kesalahan teknis sekaligus hambatan selama pemadam kebakaran bekerja, maka segala komponen pemadam kebakaran harus diuji dan dilatih dengan rutin dan berkala. Pengujian tersebut biasanya telah dilakukan pada tes penerimaan pada awal pompa pemadam kebakaran baru diterima. Namun, pengujian juga tetap harus dilakukan secara mingguan, beberapa minggu sekali atau paling tidak setiap satu bulan sekali. Namun, pengujian terbaik sehendaknya dilakukan setiap minggunya.

tes pompa pemadam kebakaran memiliki banyak manfaat. Sebagai contoh, tes tersebut mampu menunjukkan letak masalah pada pompa bilamana terjadi kinerja yang tak sesuai seperti aliran air yang tak lancar. Tes juga mampu menunjukkan bagaimana kondisi pompa apakah masih dapat digunakan dalam operasi atau harus melalui perbaikan. Pengujian pompa bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan lengkap terhadap kinerja komponen secara umum, seperti memeriksa kinerja bantalan, hingga penghisap pasokan air.

Pemeriksaan tersebut biasanya dilakukan dengan mengaktifkan pompa pemadam tanpa suplai air. Dari sini, bisa diperoleh data mengenai tekanan yang dapat dihasilkan oleh pompa. Dalam melakukan tes atau pengujian, terdapat beberapa tahap, antara lain adalah tahap awal sebelum melakukan tes, tahap saat tes dilakukan, hingga tahap finishing.

Pada tahap awal, sebelum melakukan tes, pastikan unit lokal telah diberitahu mengenai pengadaan tes sehingga pompa bisa dengan leluasa diperiksa selama tes. Kemudian, periksa pula catatan log tes sebelumnya dari pompa tersebut. Setelah itu, matikan Jockey Pump, serta periksalah tetesan yang berasal dari kantung drainase dekat Gland Packing Seal. Tetesan tersebut umumnya sekitar satu tetes setiap detiknya demi menjaga pelumasan. Selanjutnya, pastikan mode yang berlaku pada pompa pemadam adalah automatic mode dengan cara mengecek bagian controller pompa.

Kemudian, tahap uji bisa mulai dilakukan. Bukalah katup Small Pet Cock yang terletak pada sisi samping atau bawah controller pompa untuk menurunkan daya tekanan. Pastikan katup tersebut tetap terbuka sehingga pompa dapat bekerja dengan otomatis. Ketika pompa tersebut mulai aktif dan bekerja, air yang keluar melalui saluran dapat ditampung sampai suplai air dipastikan habis, lalu tutup kembali katup. Biarkan pompa aktif.

Langkah selanjutnya adalah dengan menyamakan antara catatan log tes sebelumnya dengan tekanan pompa yang ditunjukkan pada pengujian yang sedang berlangsung. Bila pompa pemadam dalam keadaan baik, maka tekanan antara catatan sebelumnya dengan pengujian akan menunjukkan angka yang sama. Catat penilaian tekanan tersebut dalam log yang baru. Setelah tekanan dicatat, pastikan Gland Packing Seal masih menetes karena kebocoran tersebut dapat mendinginkan packing. Catat kembali pada lembar log.

Kemudian, amati dan catat kinerja Casing Relief Valve yang akan mulai menguras dan menjaga pompa dari kesalahan berupa overheating. Apabila langkah-langkah tersebut selesai dilaksanakan, biarkan pompa pemadam terus aktif hingga sekitar tujuh menit. Setelah tujuh menit, pompa pemadam baru boleh dimatikan. Catat kembali pada lembar log tes bila tak terdeteksi masalah berkaitan dengan kinerja pompa pemadam kebakaran. Hingga pada langkah ini, tahap berlangsungnya uji pompa telah selesai dilakukan.

Untuk tahap finishing yang merupakan tahap terakhir, pompa utama maupun Jockey Pump harus diatur kembali pada automatic mode. Bila saat berlangsungnya uji pompa pemadam terdeteksi masalah, laporkan hal tersebut pada manajer bagian fasilitas. Pastikan sign dan tanggal telah dibubuhkan pada tes log tersebut.

Leave a Comment