Hydrotest Alat Pemadam Api

Hydrotest Alat Pemadam Api

Hydrotest Alat Pemadam ApiHydrotest Alat Pemadam Api dilakukan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No : PER 01/MEN/1982 tentang bejana bertekanan, untuk menjaga keselamatan para pekerja, diwajibkan melakukan pengetesan bejana bertekanan sekali dalam setiap lima tahun. Alat pemadam api termasuk dalam katagori bejana bertekanan yang sangat rentan terhadap resiko kebocoran. Kebocoran tabung alat pemadam api biasanya disebabkan oleh penempatan yang tidak benar, terjatuh, termakan usia dan sebagainya. untuk menghindari kebocoran yang diakibatkan oleh salah penempatan, maka letakkan alat pemadam api dengan cara digantung pada dinding paling tidak 1 meter diatas permukaan tanah atau Sediakan box alat pemadam api untuk melindunginya. pemilik paling tidak melakukan pengecekan sebulan sekali terhadap alat pemadam api untuk memastikan alat tersebut siap dipakai, pengecekan ini antara lain adalah memastikan jarum penunjuk tekanan berada di area hijau yang artinya bahwa tekanan di dalam tabung masih normal, jika jarum penunjuk tekanan berada disisi merah dengan asumsi alat pemadam api belum pernah digunakan bisa berarti ada kebocoran dalam tabung yang mengakibatkan tekanannya turun. perhatikan juga kondisi tabung, apakah ada karat dilapisan cat? apakah kondisi selang masih sempurna? dan sebagainya. pentingnya pengecekan tiap bulan untuk meminimalisir alat pemadam api mengalami gagal fungsi saat akan digunakan.

Manfaat Hydrotest Alat Pemadam Api

Hydrotest Alat Pemadam Api sangat jarang dilakukan karena kurangnya pengetahuan dari pemilik alat pemadam api. Padahal Hydrotest Alat Pemadam Api sangat baik dilakukan secara berkala. Manfaat Hydrotest Alat Pemadam Api adalah agar tabung alat pemadam saat digunakan tidak membahayakan bagi penggunanya. Alat pemadam api yang tidak dilakukan hydrotest memiliki resiko pecah saat digunakan, hal ini beresiko dan bisa membahayakan petugas serta orang lain yang ada di lokasi. hal ini bisa terjadi karena ada kemungkinan kondisi tabung sudah korosif pada bagian dalam tabung dan pengguna tidak menyadarinya, ini dapat terjadi pada alat pemadam api cartridge sistem, karena pada sistem cartridge gas pendorong diletakkan terpisah, tidak menjadi satu dengan tabung utama, saat tabung alat pemadam api dalam kondisi tidak digunakan tekanan pada tabung utama nol.

Proses Hydrotest Alat Pemadam Api

Proses Hydrotest Alat Pemadam Api dilakukan dengan mengeluarkan seluruh isi media alat pemadam api, apapun media yang terkandung di dalam tabung. Pengecekan fisik tabung merupakan langkah awal, jika terdeteksi tabung alat pemadam api terindikasi korusif lebih baik tidak dilakukan test tekanan. Masukkan air kedalam tabung atau menggunakan media non compressable lainya, hal ini dilakukan untuk menghindari resiko kegagalan yang terjadi ( tabung pecah ) pada saat pengetesan, mengacu NFPA 10 ( 8 ) bab 5. Pemeriksaan hydrostatic dilakukan secara internal dan eksternal dan membutuhkan keahlian dan peralatan khusus, disarankan pengetesan dilakukan oleh perusahaan yang berkompeten dan teknisi yang professional. Ketahui tekanan kerja tabung yang akan anda test, lakukan test tekanan dengan tekanan 2,5 kali tekanan kerja. Mengacu berdasarkan media dan berapa lama masa pengetesan hydrotest ideal dilakukan, untuk media tabung pemadam api yang bersifat gas basah minimal 5 tahun sekali dan untuk media yang bersifat kering minimal pengetesan Hydrotest Alat Pemadam Api 12 tahun.

Leave a Comment