Teknologi Water Mist System

water mist system

Salah satu teknologi pemadaman otomatis yang menjanjikan adalah dengan sistem air (ukuran molekul kecil kecil seperti bulir atau rinai) atau sistem berkabut atau sering disebut dengan water mist system. Teknologi ini akan mewakili alat lain yang dapat menyediakan pemadam kebakaran secara otomatis di beberapa aplikasi. Penggunaan termasuk ketika lokasi yang membutuhkan suplay air tidak ada, kluaran air pada sprinkle sangat tinggi atauu konstruksi bangunan dan dampak estetika pipa dari standar sprinkler yang kurang baik. Sistem pengkabutan  merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan diatas.

Sejarah Water Mist System

Pada awalnya, teknologi kabut digunakan untuk offshore pada kapal dan kapal pengiriman minyak. Untuk kedua aplikasi tersebut, dibutuhkan kontrol api ketika ada batasan jumlah air yang digunakan untuk memadamkan api. Sistem  telah diakui oleh organisasi laut secara domestik dan internasional dan telah menjadi standar perlindungan terhadap api selama lebih kurang 8-10 tahun sistem ini juga telah digunakan pada beberapa aplikasi di tanah dan memiliki sejumlah list, terutama di eropa dimana efektivitas sanagt diperhitungkan. Beberapa sistem juga telah diikuti oleh amerika utara.

Sistem kabut dibatasi jumlah air pada tekanan yang lebih tinggi dibandingkan sistem sprinkler. Range dari tekanan ini mulai dari 100 hingga 1000 psi, sistem dengan tekanan yang lebih tinggi secara umum akan menghasilkan volume yang dari spray yang lebih besar. Bulir yang dihasilkan biasanya berukuran 50 hingga 200 mikon sedangkan ukuran standar dari springkel adalah 600 hingga 1000 mikron, semakin kecil ukuran maka efisiensi pendinginan dan kontrol api semakin baik. Pada beberapa situasi, api dapat diatur hanya 10-25% lebih baik dibandingkan menggunakan springkle air. Kejenuhan air yang sering dihubungkan dengan prosedur standar pemadaman api menurun. Keuntungan lain adalah dampak estetika yang rendah dan lebih aman untuk lingkungan

Komponen dalam Water Mist System

[accordion] [acc_item title=”Suplai Air”]Suplai air, air untuk sistem disediakan dengan sistem pipa atau tank. Pada beberapa hal, sistem dengan tekanan yang lebih rendah mungkin dapat menggunakan pipa srinkler.

[/acc_item] [acc_item title=”Pipa dan nozzle”]Pipa dan nozzle; pipa dapat dikurangi jika dibandingkan dengan sprinkler. Untuk sistem tekanan rendah, pipa secara umum 20-25% lebih kecil dibandingkan dengan pipa pada sistem springkle. Untuk sistem tekanan tinggi pipa bahkan lebih kecil yaitu sekitar 0,5-0,75 inci. Seperti sprinkler, nozzle akan aktif jika ada panas dari api. Ukuran nozzle pada water mist system lebih rendah dibandingkan sprinkler system

[/acc_item] [acc_item title=”Deteksi dan kontrol alat”]Deteksi dan kontrol alat, pada beberapa hal, kabut yang keluar dapat diatur melalui pemilihan, detektor dengan kualitas yang tinggi atau detektor dengan menggunakan sistem teknologi asap VESDA.

[/acc_item] [/accordion]

Kelemahan dari water mist system adalah biaya instalasi yang lebih tinggi yaitu sekitar 50-100% lebih tinggi dibandingkan dengan sprinkler biasa. Biaya ini, bagaimanapun dapat dikurangi. Pada daerah urban, dimana air untuk mensuplai ke sprinkler mahal, sistem kabut dapat dijadikan pertimbangan.  Masalah lain adalah sistem ini tidak memiliki lisensi atau persetujuan seperti yang terdapat pada sprinkler system.

Kesimpulan

Pada kesimpulan, sprinkler secara otomatis merupakan salah satu jenis pilihan pada sistem perlindungan dari api untuk hampir semua aplikasi. Komponen pada sistem sprinklee dipilih untuk memenuhi tujuan dari lembaga. Sistem pipa menawarkan derajat tahan uji yang paling besar dan sistem yang paling tepat untuk bahaya api.  Dengan pengecualian terhadap kondisi dingin, sistem pipa kering tidak menguntungkan pada over wet party system. Pengolahan awal pada sistem sprinklee menguntungkan pada aera yang tinggi terhadap sensitivitasan air. Water mist merupakan alternatif untuk agent system dengan media gas.

Leave a Comment