Training Alat Pemadam Api Ringan Swalayan ADA Siliwangi

Training Alat Pemadam Api Ringan Swalayan ADA Siliwangi

Swalayan ada siliwangi yang berada di jalan MGR Soegijopranoto No 58-60 Semarang mengada Training Alat Pemadam Api Ringan pada hari sabtu, 28 juni 2014 yang bekerja sama dengan tim Bromindo. Training alat pemadam api ringan swalayan ADA siliwangi di mulai pukul 07.00 WIB dan training dilakukan secara outdoor pada area halaman parkir Swalayan ADA Siliwangi. Bapak Abdul Jalil sebagai perwakilan dari Bromindo memberikan materi dasar mengenai klasifikasi kebakaran, media pemadam kebakaran yang cocok dari level kebakarannya (A, B, C, D, E , F), tata cara menggunakan alat pemadam kebakran api ringan (APAR), dan melakukan praktek lapangan yang dihadiri 21 karyawan yang terdiri dari staf security maupun karyawan Swalayan ADA Siliwangi. Training ini gratis diberikan kepada perusahaan maupun institute yang melakukan transaksi pembelian atau isi ulang alat pemadam kebakaran (APAR) dengan jumlah tertentu oleh Bromindo.

Untuk penempatan Kemudian setelah training (pelatihan) selesai, alat pemadam yang telah digunakan untuk latihan langsung di refill (isi ulang) oleh teknisi Bromindo ditempat sehingga bisa digunakan ketika dibutuhkan untuk memadamkan kebakaran.

Manfaat Training Alat Pemadam Api Ringan Swalayan ADA Siliwangi

Training alat pemadam api yang dilakukan akan memberi manfaat pada karyawan Swalayan ADA Siliwangi Semarang antara lain karyawan mengetahui materi dasar klasifikasi kebakaran, bisa memilih media yang tepat untuk memadamkan level kebakarannya, penempatan APAR yang tepat serta cara menggunakan alat pemadam api ringan. Sehingga ketika sewaktu-waktu terjadi kebakaran karyawan tidak panik dan lebih sigap dalam menghadapi kebakaran dan mampu memadamkan titik api yang dapat menyebabkan kebakaran yang dapat mengakibatkan kerugian pada perusahaan.

Untuk penempatan alat pemadam api powder tidak direkomendasikan diletakkan dibawah lantai karena bisa mengakibatkan penggumpalan powder di dalam portable. Sehingga alat pemadam api tidak dapat digunakan. Sebaiknya penempatan alat pemadam api (APAR) digantungkan pada dinding, yang tingginya minimal 1 meter dari lantai. Untuk alat pemadam api setelah di gunakan harus sekali pakai, karena ketika setelah digunakan media powder akan mengumpal pada nozzle jika tidak langsung dihapiskan. Demikian juga dengan media liquid gas (AF11) karena gas hal ini akan bisa memuai sehingga ukuran yang awalnya 3 kg dan baru di gunakan 1 kg yang sisa 2 kg bisa terkurangi karena memuainya gas melalui nozzle sedikit demi sedikit kemudia yang tersisa kurang dari 2 kg bahkan sampai habis karena tidak dipakai terlalu lama.

Pemilihan Media APAR untuk Kelas Kebakarannya Pada Training Alat Pemadam Api Ringan Swalayan ADA Siliwangi

Dalam training Bapak Jalil Abdul memberikan materi dalam pemilihan media alat pemadam kebakran sesuai dengan level kebakarannya. Untuk memadamkan kebakaran level C yang diakibatkan konseling listrik pada alat elektronik tidak boleh / tidak disarankan menggunakan alat pemadam api foam, karena foam terbuat dari 20% air, yang air sifatnya konduktif / dapat menghantarkan listrik.

Kemudian supervisor swalayan ADA siliwangi dari menanyakan alat pemadam kebakaran yang cocok digunakan untuk memadamamkan kebakaran pada mesin mobil yang ditakutkan kebakar. Alat yang cocok digunakan mobil mesin yang kebakar disarankan menggunakan alat pemadam kebakaran liquid gas (AF11), alat ini tidak mengakibatkan residu dan non konduksif karena alat pemadam kebakaran ini terbuat gas yang mudah terurai.

Karyawan Swalayan ADA mempraktekkan cara penggunaan APAR pada Training alat pemadam api ringan swalayan ADA Siliwangi

Setelah pemberian materi yang dilakukan bapak Abdul Jalil di training alat pemadam api ringan swalayan ADA Siliwangi, semua karyawan maupun security Swalayan ADA Siliwangi melakukan praktek langsung menggunakan alat pemadam api / kebakaran (fire exteinguisher) untuk memastikan semua kayrawan yang mengikut training bisa menggunakan dengan benar dan tepat.

Tindakan yang dilakukan saat terjadi kebakaran kecil (kurang dari 3 menit) maka karyawan bisa mengambil alat pemadam api/kebakaran (APAR) yang tergantung di dinding. Kemudian memanggul di pundak dan berlari mendekat ke titik api dengan jarak antara 3-4 meter, jarak ini dimaksudkan supaya tidak terlalu kena sengaja api dan juga karena tekanan semprotan alat pemadam api ringan ini memiliki kurang lebih 13 bar yang mampu mengarahkan media sampai pada jarak 5 meter. Kemudian meletakkan APAR ke tanah lalu melepas kunci slot pada APAR, kemudian diangkat kembali APAR dan diarahkan nozzle ke titik api, serta menekan tuas APAR agar media dapat menyemprotkan media ke titik api.

Secara keseluruhan training alat pemadam api ringan swalayan ADA Siliwangi, para karyawan Swalayan ADA Siliwangi dapat mempraktekkan dengan baik secara langsung untuk memadamkan ke titik api dengan menggunakan APAR tanpa kendala apapun.

Leave a Comment