Jenis-jenis APAR dapat dibedakan berdasarkan isi media yang ada di dalamnya. Karena itu, fungsi dari setiap APAR juga berbeda-beda dalam memadamkan api atau kebakaran yang terjadi. Untuk itulah kamu perlu mengenal terlebih dahulu macam-macam APAR dan fungsinya agar nantinya bisa memilih APAR yang tepat.
Dry Chemical Powder merupakan media APAR berupa serbuk kimia kering, yaitu campuran antara mono-ammonium phosphate dan ammonium sulphate. APAR powder sangat efektif untuk memadamkan kelas kebakaran A, B, dan C. Biasanya, APAR ini digunakan di gedung perkantoran, rumah sakit, sekolah, perumahan, apartemen, dan di mobil.
Sesuai namanya, APAR Carbon Dioxide merupakan jenis alat pemadam api yang menggunakan media berupa gas CO2. Bahan carbon dioxide dapat digunakan untuk memadamkan api karena mampu mengikat oksigen dan mengisolasinya. Selain itu, CO2 juga mempunyai suhu yang dingin, sehingga efektif untuk mendinginkan titik api. Jenis APAR ini cocok diaplikasikan untuk mengatasi kebakaran kelas B dan kelas C.
APAR selanjutnya adalah APAR Foam yang berisi media berupa bahan kimia yang bisa membentuk busa. Aqueous Film Forming Foam (AFFF) yang disembur keluar dari tabung APAR dapat memadamkan kebakaran yang disebabkan oleh bahan cair mudah terbakar yang tergolong dalam kelas kebakaran A dan B.
Seperti namanya, APAR Liquid Gas merupakan jenis APAR yang menggunakan media berupa gas cair. Jenis media ini bersifat non-konduktif. APAR Liquid Gas cocok digunakan untuk mengatasi kelas kebakaran A, B, dan C. Media Liquid Gas bersifat ramah lingkungan, sehingga yang tidak membahayakan ozon pada atmosfer bumi.
Baca juga Masa Berlaku APAR Berbeda Sesuai Media dan Tabungnya
Berdasarkan teori segitiga api, terdapat tiga jenis unsur yang saling bereaksi untuk dapat menghasilkan api. Ketiga unsur tersebut adalah oksigen, panas, dan bahan bakar. Media APAR bekerja sebagai agen untuk menghilangkan salah satu unsur dalam segitiga api, sehingga api bisa padam.
Dalam menghilangkan unsur pada segitiga api, ada beberapa cara yang dapat digunakan, antara lain sebagai berikut:
Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai cara kerja APAR, cek video di bawah ini!
Semua APAR harus dilakukan pengecekan secara berkala, sehingga fungsinya bisa tetap optimal. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No:Per.04/Men/1980 yang menyatakan bahwa inspeksi APAR harus dilakukan secara berkala setiap 6 bulan sekali atau 2 kali setahun.
Sekarang, cara pengecekan APAR bisa lebih cepat dan mudah menggunakan aplikasi Firecek. Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan kamu dalam mengatur, memantau, dan melakukan inspeksi alat pemadam api yang dimiliki.
Berikut adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan menggunakan aplikasi Firecek untuk semua jenis APAR:
Firecek bisa digunakan untuk semua jenis-jenis APAR. Dengan menggunakan 1 QR code saja di setiap tabung, maka kamu bisa menikmati semua fitur yang ada pada Firecek. Tertarik menggunakan Firecek? Yuk, download Firecek di App Store dan Google Play Store sekarang! Jangan ragu hubungi kontak kami jika ingin konsultasi!
Hi! Saya Bro Bagas, seorang Fire System Specialist di Bromindo. Saya selalu mengikuti pembaruan dan perkembangan terbaru tentang sistem proteksi kebakaran. Melalui tulisan di website ini, saya akan berbagi pengetahuian dan pengalaman untuk membantu orang-orang dalam menciptakan sistem proteksi kebakaran.
Instalasi fire hydrant gedung menjadi salah satu sistem proteksi kebakaran yang berperan penting dalam melindungi…
Fire hydrant gudang logistik berperan penting dalam menyediakan aliran air bertekanan ketika kebakaran terjadi di…
Proyek fire hydrant pabrik PT Indotirta Jaya Abadi menjadi salah satu portofolio instalasi Bromindo di…
Fire hydrant pembangkit listrik perlu menjaga aliran air, tekanan, dan kesiapan pompa saat kebakaran mengancam…
Mencari distributor fire pump bersertifikat untuk kebutuhan sistem hydrant? Bromindo menyediakan fire pump Fairbanks Nijhuis…
Fire hydrant tambang perlu dirancang sesuai luas area, fungsi bangunan, serta pola aktivitas di lokasi…